Rabu, 28 Oktober 2009 | By: winda maharani

My Confession no. 4

kala itu, kulihat dirimu.
tertawa riang dengan dirinya.
tersenyum senang, seakan mentari menyapa.
tertegun aku saat melihatnya.

kuberanikan diri untuk terus berjalan.
walaupun langkah, terasa berat menerjang.
menarik nafas, dan lama kutahan.
mencari sedikit sisa dari keberanian.

kupasang topeng, agar kau percaya.
kuubah tingkah, agak kau tidak kecewa.
tersenyum dan kemudian tertawa.
seakan hati, tak runtuh dibaliknya.

setelah berbalik, kulepas semua.
topengku. pura-pura. semua hanya sandiwara.
aku benci dengan diriku.
yang tak mampu mengungkapkan semua.
aku tidak setransparan kaca.
aku tidak sebening air di gelas.
aku hanya melakukan sandiwara.

aku tahu ia bukan siapa-siapa.
aku tahu perasaanmu terhadapnya.
tapi ini, perasaan jujur yang memang kurasa.
walaupun benci, aku harus mengakuinya.
aku tak suka..
aku tak rela..

sesuatu yang kurasakan ini, membuatku benci.
aku tak suka hal yang membuatku tak bisa jadi diri sendiri.
hal ini muncul karena orang yang kusukai.
mengubah diriku, seperti bukan diri sendiri..

perasaan ini jahat.
perasaan ini menyengat.
mengerogoti hatiku, bagaikan sekumpulan ngengat..
membuat diriku, bagaikan manusia laknat..


17 okt '08
teringat waktu itu
saat ku melihat kau duduk di pojok sana
tersenyum sambil bercanda
dengan dia..
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

0 comments: