Rabu, 28 Oktober 2009 | By: winda maharani

My Confession no. 5

hari ini, ada yang bertanya.
siapakah jati dirimu yang sebenarnya.
aku hanya tertawa. kemudian menggelengkan kepala.
sungguh berharap ia tak dapat mengetahuinya.

namun ternyata, aku harus merasa kecewa.
mereka bilang, diriku setransparan kaca.
merefleksikan jelas apa yang sesungguhnya kurasa.
menggambarkan dengan jelas, apa yang ingin kukata.

kemudian aku pun balik bertanya- tanya.
mengapa mereka dapat membacanya?
apakah isi hatiku bagaikan buku yang terbuka?
yang setiap orang dapat melihat dan menjelaskannya.

tapi mengapa itu tak terjadi padamu?
mengapa kau tak sekalipun menyadari tingkahku?
apakah aku tak pernah sekalipun terlintas dalam benakmu?
sungguh malang diriku, bila kenyataan itu adalah jawabanmu.

bila iya, aku hanya bisa tertawa.
campuran antara sedih, dan mungkin terpaksa harus menerima.
bila tidak, apakah aku harus bertindak?
berusaha keras agar kau kemudian mendongak.

entahlah..
perasaan ini semakin sulit kubawa.
perasaan ini semakin hilang di tengah rimba.
kau pun tak kunjung datang dan membawa peta.
agar aku tak tersesat di dalam pesona.


19 Desember 2008
malam hari di kamarku yang sepi.
mengingat kembali dirimu, tanpa henti..

*hope u realize my feeling, sooner or later
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

0 comments: