Rabu, 28 Oktober 2009 | By: winda maharani

My Confession no. 9

setetes air mata jatuh dalam pangkuan
entah mengapa, tak dapat kuingat sebongkah alasan
yang ada dalam diri, hanyalah perasaan
dan tubuhku tau aku memerlukan pelepasan

pikiranku berkelana untuk mencari jawaban
kurefleksikan diri, menyelami emosi
tak kutemukan sedikit pun pencerahan
tak ada satu pun yang kumengerti

tubuhku berguncang
air mata ini mengalir kencang
riak dalam hati bergejolak
namun tak kunjung pula alasannya terkuak

mungkin alam punya caranya sendiri
menjaga hati dan juga diri
alam tau aku membutuhkan ini
alam tau pikiranku seperti kuisolasi

karena aku tahu diriku
bagaimana ku bereaksi terhadap hal ini
namun ternyata alam lebih tahu
apa yang terbaik bagi diri ini..


*30 Juli 2009
di suatu malam saat air mata jatuh menetes
dan kurasa, aku menikmatinya..
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

0 comments: