Kamis, 07 Oktober 2010 | By: winda maharani

konflik? gak selalu berarti buruk

semester ini gue merasa cukup berteman dengan konflik.. baik sebagai pengalaman di dunia nyata, maupun dalam bentuk yang lebih teoritik.. dalam dunia teoritik, hal ini bersangkutan dengan mata kuliah gue semester ini, yaitu pelatihan, penpsisos, dan perdamaian..

berdasarkan ketiga makul tersebut, gue jadi mengetahui cukup banyak hal mengenai konflik, resolusi konflik dan aspek-aspek psikologis yang terkait di dalamnya. dulu, sebelum gue mengenal lebih jauh tentang konflik, gue SELALU beranggapan bahwa konflik itu buruk dan jahat.. sehingga sebisa mungkin gue akan menghindari terjadinya konflik..

but actually, gak selamanya yang disebut KONFLIK itu adalah sesuatu yang merusak..

awalnya kenapa konflik bisa terjadi itu karena adanya perbedaan pada dua atau lebih pihak.. perbedaan ini sesungguhnya sifatnya netral, karena toh manusia memang unik dan pasti berbeda kan? terus apa dong yang buat itu bisa menjadi konflik?? yaitu persepsi individu terhadap perbedaan itu. pemaknaan terhadap perbedaan itulah yang membuat individu merasa terusik dan terganggu kesejahteraannya.. kalo udah begitu, terjadilah konflik..

tapi gak selamanya 2 pihak yang berkonflik itu buruk loh.. soalnya konflik sendiri terbagi atas 2 bagian, yaitu non-violence conflict dan violence conflict.. kebanyakan persepsi atas buruknya konflik diambil dari konflik yang menggunakan kekerasan.. 

tapi dosen gue bilang (mas dicky, red), coba bayangkan kalo ada situasi yang aman tenang nyaman dan damai.. gak ada satupun konflik yang terjadi di dalam hubungan tersebut.. kira-kira akan terjad peningkatan kualitas hidup dan hubungan ga?? dan itulah sesungguhnya poin penting dari terjadinya konflik..

bahwa ternyata dengan berkonflik, individu bisa meningkatkan kualitas hidupnya.. karena dengan adanya konflik, tentu perlu diselesaikan.. resolusi konflik ini pastinya akan berusaha mencapai win-win solution.. dengan begitu, mau gak mau ada hal yang pasti berubah dan semoga perubahannya ke arah yang lebih baik dan memang diinginkan..

insight dari teori ini dalam kehidupan sehari-hari adalah, don't be afraid of conflict.. without conflict, ur life will be flat dan boring.. with conflict, u can improve ur quality of life and of course ur quality og self.. jadi jangan takut bila dalam hidup lo terjadi konflik.. jangan dihindari, tapi hadapin aja.. karena setelah lo bisa melewati semua ini, lo pasti akan jadi pribadi yang berbeda yaitu pribadi yang lebih dewasa..

semoga gue bisa melakukan ini dengan baik.. gak cuma menjadi wacana semata dalam hidup gue.. amiinn

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

0 comments: