Selasa, 12 Oktober 2010 | By: winda maharani

tangis - one drop of tears

lately, i've been crying a lot.. this couple of month, i thought i've been crying till my last drop of tears.. but, i wrong..

tadi malam gue kembali menangis sepuas-puasnya hingga dada ini terasa sesak, hingga napas ini tidak lagi dapat dihirup.. gue hanya diam, memandang dengan pandangan kosong. dan gak kerasa, tanpa harus dikomando, air mata gue jatuh menetes.. tak ada alasan pasti dibalik tangisan kali itu..

malam itu, Allah seolah-olah membimbingku dalam sepi.. hari itu gue memutuskan untuk pulang ke rumah.. dorongan itu terasa amat kuat dan gue gak menghiraukan hambatan gue untuk pulang.. hingga malam, perasaan itu makin berkecamuk dalam hati.. dan akhirnya sekitar jam 01.30. kucing gue si Cureng menghembuskan napas terakhirnya.. gue melihat ekspresi kesakitan yang dia rasa, dia memuntahkan seluruh isi perutnya, hingga akhirnya gue melihat dia meregang nyawa..

malam itu juga, gue dan abang gue mengubur cureng di kebun samping rumah.. saat dia dibaringkan di dalam tanah, gue menengadahkan kepala.. dan Subhanallah, Allah memberikan dia pemandangan yang indah, hamparan langit penuh bintang yang berkerlap-kerlip yang bisa dia lihat dari tempatnya berbaring... dan jujur aja, saat harus menutupnya dengan tanah, gue ngerasa amat sangat sedih dan kehilangan.. mungkin tak akan ada kata yang mampu menggambarkan perasaan gue saat itu..

saat gue mulai memejamkan mata, lagi-lagi air mata ini jatuh dan mangalir lepas dari dalam hati terdalam.. bukan, mungkin bukan menangisi kucingku sayang yang sudah pergi dengan tenang.. tapi menangisi hikmah yang kudapat dari kejadian malam itu.. Allah SWT bisa mengambil mahkluknya kapan saja dengan cara yang tidak akan terduga..

saat itu gue tersadar penuh, gue gak menghargai apa yang gue miliki dan gue gak menyayangi apa yang gue miliki.. ketika Allah mengambil kembali segala titipan itu, barulah kita manusia merasa kehilangan.. jujur aja sebelumnya gue ga terlalu menyayangi cureng.. ketika dia udah pergi, rasa kehilangan dan kesedihan dalam dada ini membuncah keluar tak terbendung lagi.. dia baru seekor kucing, bagaimana bila yang diambil kembali oleh Allah adalah orang yang paling kusayangi di dunia ini.. akan seperti apa reaksiku nanti? mungkin hati ini tak bisa berfungsi kembali karena ikut terkubur bersamanya.. 

Innalillahi wa innaillaihi ra'jiuuunn.. hanyalah kepada Allah segalanya kembali..

Air mata yang telah jatuh
Membasahi bumi
Takkan sanggup menghapus penyesalan
Penyesalan yang kini ada
Jadi tak berarti
Kar'na waktu yang bengis terus pergi

Menangislah bila harus menangis
Karena kita semua manusia
Manusia bisa terluka
Manusia pasti menangis
Dan manusia pun bisa mengambil hikmah

Di balik segala duka
Tersimpan hikmah
Yang bisa kita petik pelajaran
Di balik segala suka
Tersimpan hikmah
Yang kan mungkin bisa jadi cobaan

lagu oleh dewa 19 - air mata

* menulis ini sambil terus menerus air mata ini membasahi pipi..*

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

0 comments: