Sabtu, 10 Desember 2011 | By: winda maharani

tetes perih

tetesan air ini jatuh perlahan
tanpa kusadari sudah menggenang
pelupuk mataku basah karenanya
dan hati yang gundah penyebabnya

tak semuanya bisa kuungkapkan dengan kata
aku dan kau tentulah berbeda
kuharap kau menerimaku apa adanya
tanpa ada ekspektasi lebih di dalamnya

terkadang kata-kata hanyalah semu bagiku
tak bisa dengan jelas mengungkapkan seluruh isi hatiku
kau tanya mengapa?
tapi aku pun tak tahu jawabannya

hatiku mengaduh dan menjerit
jiwaku merana karena merasa terhimpit
tapi tak sedikitpun kata membuatnya lebih baik
dan kata-katamu hanya membuatku semakin tercabik

pelan dan perlahan
intonasi suara yang seolah menenangkan
namun itu semua terdengar bagaikan kutukan
yang mengubur kebebasan jiwaku jauh ke dasar lautan

inikah jawabannya?
bila ya, aku memilih untuk bebas dari semua
jika itu berarti aku harus kehilanganmu,
kurasa semuanya pantas

aku membunuh diriku perlahan dengan tertawa tanpa perasaan
aku menyayat tubuhku dalam-dalam ketika aku terlihat gembira tanpa merasakan
aku mengubur hidupku dengan bersamamu


when the nite goes down, so does my heart


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

0 comments: