Minggu, 15 Januari 2012 | By: winda maharani

For the person I love the most

Surat ini gue tujukan untuk seorang terkasih yang sudah pergi meninggalkan gue tahun lalu. Yes, my beloved mom..


Terlalu banyak kata dan aksi yang ingin kuperbuat untuk ibuku tercinta, namun tak berdaya karena takdir mengisahkan hal yang lain. Terlalu banyak penyesalan dalam dada yang tak bisa dicurahkan dengan cara apapun. Penyesalan yang kemudian menggerogoti hatiku perlahan-lahan.


Bulan itu, saat aku menatap pilu pada kertas hasil pemeriksaan dokter dan membaca 2 huruf kecil yang tak berdosa itu, duniaku berubah drastis. Harus mengetahui bahwa orang yang paling kusayang di dunia ini harus berjuang melawan penyakit itu. Dalam hati aku terus membatin, kenapa ini harus terjadi pada ibuku yang paling kusayang. Dalam hati aku berjanji akan lebih banyak memperhatikanmu, menjagamu, menyayangimu, dan mencintaimu lebih dalam mom.


Tapi apalah daya, aku hanyalah manusia biasa yang tak lupus dari kesalahan. Seiring berjalannya waktu, aku malah mengabaikanmu, malas untuk mengurusimu, dan mengeluh ketika mendengarmu mom.. betapa berdosanya aku, betapa durhakanya aku padamu mom..


7 Januari 2011, mama telah pergi. Dipanggil kembali oleh sang Pencipta untuk kembali duduk disampingnya dalam alam yang terindah, surga. Tapi ma, disini ade terbelit dalam penyesalan yang teramat dalam, hingga ade hampir tiba di suatu titik dimana ade tak tahu lagi apa yang harus dilakukan untuk menebusnya. Masa-masa gelap dalam hidup ade ketika lentera penerang jalan itu telah hilang bersamaan dengan kepergian mama. 


Terbelit dalam penyesalan dan berkata kenapa ade ga melakukan ini, kenapa ade ga melakukan itu, kenapa ade dulu bersikap seperti itu sama mama, mengapa ade dulu pernah merasakan marah dan kesal pada kondisi mama. Ade bener-bener bukan anak yang baik buat mama. Ade ga pernah mendukung mama ketika mama paling membutuhkan dukungan. Persetanlah dengan segala pendidikan psikologi di universitas terkenal ini. Apalah gunanya ketika tak ada satupun yang pernah ade gunakan untuk meringankan beban mama. Ade menyesal, karena ade tau ade belum menjadi anak terbaik buat mama, anak yang bisa mama banggain. Anak yang bisa bentu mama ketika sedang membutuhkan. Ade harus terima kenyataan, bahwa ade bukan anak itu. Titik.


Sekarang, setahun kehidupan ade tanpa mama telah berlalu. Tapi setiap kata ‘mamaku’ itu terucap, ade tetap harus sekuat tenaga mengendalikan diri agar tidak menangis. Maybe outside, people will see me as tough person.. Tapi siapa sih yang bisa tegar ketika kehilangan orang yang paling disayang? Siapa sih yang bisa merasa tegar ketika masih berhutang beribu penyesalan pada orang tercinta yang sudah meninggalkannya?


Dalam hati ini, ade rapuh ma. I’m not strong, I just pretending to be strong. I still need you and will always need you mom.. Life is happier when I’m with you. Life is easier when you’re around. I’m tougher cause I know you will always there standing next to me. I feel like everything will gonna be alright when you there embrace me with your love, mom..


Untuk kali ini, ade hanya bisa bilang maaf karena belum bisa jadi anak yang terbaik, anak yang bisa mama banggain, anak yang bisa meringankan mama di akhirat sana. Tapi untuk sekarang ade berjanji dengan seluruh hati dan jiwa, I will be the best daughter u ever had, mom..


Are you happy there dear mom? Are you playing along with angels there mom? They will love you, of course. Just like I always love you.. I miss you so bad, it’s hurts dear mom. I really wish that you were here, now, when I’m down. I really wish that you can hug me tight now and tell me that’s everything will turn up okay.. I really miss you, mom..



I’m sitting at my room, crying out loud when I remember you and finally write this letter



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

3 comments: