Selasa, 08 Januari 2013 | By: winda maharani

Astrologi dan kebutuhan untuk merasionalisasi


Siapa yang belom pernah baca astrologi? Atu yang biasa dikenal dengan ramalan bintang? Siapa yang percaya dengan hal-hal semacam itu? Apakah hal-hal yang tertera dalam astrologi itu benar? Apakah astrologi itu sebuah ilmu pengetahuan?

Mungkin cukup banyak ya pertanyaan-pertanyaan retoris yang terkait dengan kepercayaan orang terhadap astrologi. Gue adalah salah satu orang yang lumayan percaya dengan astrologi. Gue memfollow beberapa akun twitter tentang astrologi yang juga punya ribuan follower lainnya. Gue cukup sering me-RT tweet tentang astrologi yang terkait dengan bintang gue, yaitu sagitarius. Selama gue punya akun twitter, gue melihat cukup banyak orang atau temen-temen gue se timeline yang tergolong cukup sering me-RT tweet tentang astrologi. Lalu kemudian muncul pertanyaan besarnya, seperti yang juga ditanyakan oleh banyak orang dan sudah coba dijawab oleh bermacam-macam pihak juga. ‘ Kenapa banyak orang yang suka me-RT dan tetap percaya pada astrologi? ‘ I have my own version though..

Salah satu hal yang ga luput dari perhatian gue adalah, banyaknya pelaku abusive RT astrologi ini adalah wanita. Kenapa wanita lebih banyak dibandingkan pria? Bukan berarti pria ga melakukan tindakan RT abusive ini pada tweet astrologi loh ya, hanya saja jumlahnya lebih sedikit dibandingkan wanita. (ini semua purely observasi bebas yang tidak ilmiah ya).

Kalo dalam penjelasan gue, alasan orang melakukan RT terhadap tweet2 astrologi adalah rasionaliasi. Astrologi jelas bukan sebuah cabang ilmu pengetahuan karena astrologi tidak bisa di falsifikasi. Padahal syarat utama sesuatu dikatakan ilmu pengetahuan adalah kemampuannya untuk dapat di falsifikasi atau dibuktikan salah. Astrologi tidak dapat dibuktikan salah, mari kita lihat contohnya.
“ RT @WeSagittarius:  #Sagittarius are idealistic lovers who want you to appreciate their beliefs, visions, and ideals. “
I mean like, who are’nt feel like this? Ga cuma orang dengan bintang sagitarius kan yang pengennya begini? Tapi kenapa masih aja ada orang yang suka bacain astrologi atau me-RT-nya kayak gitu? (well, termasuk gue juga sih, hehe). Kalo dari pemahaman gue terhadap diri gue sendiri, mungkin alasannya ya rasionalisasi.

Hampir dalam setiap kesempatan, individu itu tidak ingin menjadi pihak yang salah atau kalah. Akan selalu saja ada pembenaran dalam setiap hal yang dia lakukan. Selalu ada alasan yang benar untuk setiap action yang dilakukan yang sebagian besar menganggap bahwa dirinyalah yang benar dan orang lain salah. Alasan paling dasar bila suatu tindakannya dianggap tidak tepat dalam masyarakat adalah omongan ‘emang gue orangnya begini dari sananya. Ga bisa lagi diubah”. Disitulah menurut gue kepercayaan terhadap astrologi masuk.

Astrologi memberikan penjelasan-penjelasan yang menggambarkan tipe seseorang berdasarkan bintangnya. Kalo orang-orang menyetujuinya (misal dgn me-RT tweet tersebut), ya dia kembali menegaskan ‘ya gue emang orangnya begini’. Menyampaikan itu di depan publik, seakan-akan meminta orang lain mengerti dirinya yang memiliki sifat seperti yang ditulis di astrologi dan tidak menyalahkan mereka bila melakukan itu karena ‘emang dari sononya udah begitu’. I think that the main reason. Walaupun niat menyampaikan ‘pesan’ lewat publik terhadap seseorang juga bisa sih. Intinya mah pengen orang lain ngertiin sifat mereka yag begitu dan menerima mereka apa adanya dengan seluruh sifat itu karena sebenernya mereka bersikap begitu karena emang dari sononya orang dengan bintang tertentu akan bersikap tertentu. Hehehe, am I right? Well, its just a mere theory not scientific either.

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

0 comments: