Rabu, 16 Januari 2013 | By: winda maharani

Blaming On Them


Pernah ga kalian cerita sama temen atau sahabat baik tentang kisah cinta kalian yang kandas di tengah jalan? Ato ngga menjadi pihak yang mendengarkan cerita tersebut? Tentang mantan yang begini begitu, pacar yang begini begitu, cowok atau cewek yang PHP sama kalian atau apapunlah bentuk cerita cinta. Pernah ga menderngar komentar atau mungkin berkomentar yang kemudian ujungnya menjelekkan si “pacar, si “mantan” atau si si yang lainnya? Misalnya, “emang dia tuh brengsek aja, udah nyakitin lo kayak gini”. Pernah ga? Kalo kalian sebagai orang yang menerima komentar begitu, pikiran kalian apa perasaan kalian gimana?

Kalo gue menerima komentar kayak gitu, respon gue satu. Gue GA SUKA sama sekali. Walaupun mungkin teman yang berkomentar memiliki niat yang baik untuk meringankankan beban hati yang bercerita atau menghibur hati yang sakit, but I still don’t like it. Dan kenapa gue sampe ga suka tentang itu? Gue percaya yang namanya garis yang udah ditakdirkan oleh Allah SWT dalam hidup gue. Gue harus bertemu orang ini, gue harus memiliki hubungan sama orang itu, dan sebagainya. Mereka ada dalam hidup seseorang pasti karena ada alasan tertentu juga. Menurut gue, cara yang tepat untuk menghibur orang yang lagi merasa down karena dikecewakan itu bukan dengan menjelek-jelekan orang yang mengecewakan mereka, tapi mencoba mengerti posisi mereka.

Sebagai orang luar yang ga tau hal yang sesungguhnya dari suatu cerita, gue rasa kita ga punya hak untuk dengan beraninya mengatakan dia jelek, dia brengsek, dia jahat, dia playboy atau apalah. Lo bukan temen lo, yang jelas-jelas tau rasanya berhubungan dengan orang itu. Informasi yang lo terima hanyalah berupa informasi tangan kedua yang jangan lupa, pasti udah dibumbui sana sini dan terwarnai oleh persepsi si pencerita. Menurut gue, orang yang dikecewakan itulah yang paling berhak memanggil orang yang mengecewakan mereka sebagai si brengsek dan teman-temannya, bukan kita si komentator.

Jujur aja gue merasa sedikit marah ketika gue cerita tentang mantan gue yang begini dan begitu, lalu komentar mereka adalah “lo punya mantan brengsek semua ya”. Bukankah dengan berkomentar seperti itu, lo berarti mendiskreditkan gue? Lalu lo menilai gue apa dong kalo mantan-mantan yang gue punya brengsek semua? Orang bodoh?? I just don’t like it. Mereka mungkin emang brengsek, tapi kan mereka juga ada sisi baiknya yang mungkin dengan sengaja tidak terceritakan oleh pencerita. Lo ga bisa serta merta bilang si dia brengsek dan sebagainya tanpa lo bener-bener tau dia itu gimana orangnya.

Yah intinya sih, jangan menggampangkan suatu komentar yang mungkin terdengar sepele. Berhat-hati dalam berkomentar apalagi tentang hubungan seseorang. Jadi kalo temen lo lagi curhat, jangan langsung samber dengan komentar-komentar praktis kayak gitu ya. Dipikirin dulu arti dan akibat omongan lo itu apa ke temen lo. Menjelek-jelekan si ‘mantannya’ mungkin secara ga langsung akan menjelek-jelekan si temen lo juga akhirnya.. so be careful ;)

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

1 comments: