Tampilkan postingan dengan label psychology in life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label psychology in life. Tampilkan semua postingan
Selasa, 28 Oktober 2014 | By: Unknown

Lagu dan Mesin Waktu

Ide post ini dimulai dari malem itu ketika gue nyupir pulang dari depok menuju rumah dan ditemani untaian lagu-lagu merdu dari radio. semakin malam, lagu-lagu yang diputar pun semakin syahdu dan membangkitkan kenangan. kok bisa sampai membangkitkan kenangan? yep, karena stasiun radio yang gue dengerin memutar playlist lagu-lagu lama dari jaman gue kecil hingga kuliah.. lagu-lagu yang penuh kenangan. Dan seketika, kenangan tentang mantan pun berseliweran.. yak bagoos sekali sodara-sodara..

but then gue mikir, kenapa ya hanya dengan mendengarkan lagu-lagu tertentu aja, bisa terbangkitkan tuh segala memori? (dalam hal gue khususnya tentang si mantan ini) Ga hanya sekedar kenangan yang kemudian berseliweran di dalam pikiran, tapi juga perasaan-perasaan dan emosi-emosi yang turut melekat pada kenangan itu. Kalo dalam kasus gue malem itu, gue keingetan perasaan senang dan deg-degan jaman PDKT, perasaan rindu dan sayang ketika ditelpon malam-malam, and many kind of emotions beside that.. and why is that happened??

Lagu atau musik secara umumnya memang merupakan salah satu stimulus yang cukup kuat untuk membangkitkan kenangan dan emosi. cukup banyak penelitian psikologi di bidang ini yang meneliti hubungan antara musik dan emosi atau juga memori. (Kalo mau tau yang mana penelitiannya, mohon gugling aja sendiri). 

Kalo based on yang gue inget dan gue sempet baca (CMIIW ya guys), musik sendiri termasuk dalam stimulus emosi yang dikirimkan ke otak. (ada berbagai macam tipe stimulus yang dikirimkan ke otak. monggo digugle sendiri apa aja). Selain itu, musik sendiri termasuk dalam stimulus yang multimodal. apa tuh artinya? yaitu stimulus yang terdiri dari berbagai stimulus lainnya. misalnya aja nada dalam musik masuk dalam stimulus pendengaran, kemudian liriknya masuk ke dalam stimulus kata-kata, dan bagian-bagian musik lainnya pun masuk ke dalam jenis stimulus yang berbeda. Setiap stimulus yang spesifik, akan masuk ke area otak yang berbeda pula untuk kemudian diproses di dalam otak kita. Nah, bayangin aja kalo gitu, dalam satu lagu yang sama ada berapa banyak bagian otak yang disasar?? so pasti, lagu atau musik kemudian jadi pemicu yang cukup kuat dari memori seseorang.

lalu kenapa musik juga membangkitkan emosi? jujurnya gue ga tau sih secara scientific nya gimana, tp kalo menurut logika bodoh gue yang sejujurnya jangan juga lo percaya (hahaha), ketika lo mendengarkan sebuah lagu, lo biasanya sambil melakukan suatu kegiatan. Sebuah aktivitas yang mengandung emosi kuat (misal lagi berantem sama pacar, happy abis ngedate sama pacar, rindu karena LDR-an, sedih abis putus dari pacar, dsb) akan lebih mudah diasosiasikan pada suatu hal, dalam hal ini mungkin lagu yang ga sengaja lo denger kala itu. 

Dalam hal gue misalnya ya, ketika gue denger lagu adele-set fire to the rain, gue akan ingat masa-masa dimana gue sadar kalo pacar gue selingkuh dan gue benci banget karenanya.. asosiasi yang terbentuk dalam otak gue adalah : "set fire to the rain - benci setengah mati ama ni mahluk bernama *piip* alias emosi negatif".. Dats why ketika akhirnya di suatu saat gue denger tuh lagu, langsung deh secara otomatis badan gue mengingat segala sensasi yang ditimbulkan oleh lagu laknat tersebut (nah kan ampe kebawa pas nulis artikel). mulai dari emosi kesel, jantung berdebar-debar sampe agitasi badan kayak mau mukul orang haha. mungkin hal yg serupa juga pernah terjadi sama orang lain? bisa jadii :))

so then, jangan remehkan the power of a song. itu bisa ngebawa lo kembali ke dalam masa lalu dengan kenangan yang kemungkinan besar melekat erat dan detail dalam benak lo, sampe ke emosi-emosi yang juga menyertainya masa itu. hal ini juga mungkin yg kemudian mendasari kenapa stasiun radio yang muter lagu-lagu jadul itu cukup digemari. Bukan karena lagunya enak, tapi karena melalui lagu itu, seseorang seakan-akan kembali ke masa lalu..

happy listening then, folks! :))

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Senin, 19 November 2012 | By: Unknown

Subjektivitas Cinta dan Dinamikanya


 “Love and hatred are not merely subjective feelings, affecting the inward universe of those who experience them, but they are also objective forces, altering the world outside ourselves..”
-          Kallistos Ware, The Orthodox Way
-           
Salah satu topik yang paling digemari oleh masyarakat adalah pembahasan mengenai cinta dan dinamikanya. Hal ini tampak dari beragamnya bentuk pembahasan topik ini dalam berbagai media, seperti televisi, radio, internet, jejaring sosial, musik, film, hingga pembahasan-pembahasan personal di kala senggang. Hampir semua hal-hal yang bertemakan cinta menjadi tren yang terus berkembang dari jaman dulu hingga sekarang dan tidak pernah terlihat memudar efeknya. Beberapa bentuk dinamika cinta yang sering dibahas antara lain adalah putus cinta, patah hati, cinta bertepuk sebelah tangan, move-on, selingkuh, hubungan jarak jauh dan lainnya. Bila dilihat dari tren yang terjadi di social media, dinamika cinta berupa move-on merupakan salah satu topik hangat yang terus diperbincangkan.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Senin, 12 November 2012 | By: Unknown

Rationale Based Choice Theory


Yesterday in my philosophy class, my lecturer Mr. Roby Muhamad, Phd explained to us about this theory. So far, this is one of my best lesson in this philosophy class and I do kind of love this theory. Mas Roby also said that this theory in one of economist and political scientist best efforts to “divorce” with psychology. What a cute expression that thing, hehe.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Minggu, 14 Oktober 2012 | By: Unknown

Rasionalisasi

Kita seringkali merasionalisasi hal-hal yang terjadi dalam hidup kita, tentunya untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Individu memberikan makna pada suatu fenomena yang sudah terjadi dengan merasionalisasikannya dengan maksud dan tujuan tertentu. Tujuan ini sangat bermacam-macam dan bervariasi antar individu dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti lingkungan, kepribadian, values, dan lain sebagainya. Beberapa tujuan rasionalisasi yang paling umum adalah untuk menenangkan hati dan juga untuk membenarkan tindakan diri.

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Jumat, 12 Oktober 2012 | By: Unknown

Esensi cinta dan penghayatannya

Menurut gue esensi dari semua cinta itu adalah sama, namun yang berbeda antar individu adalah pemaknaannya. Baik cinta kepada Allah SWT, orang tua, keluarga, teman, sahabat, ataupun pasangan. Esensi atau definisi luas dari cinta itu sendiri akan sama walaupun cinta memiliki beragam variasi.

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Senin, 08 Oktober 2012 | By: Unknown

Netralitas itu semu

Ya, saya berpendapat bahwa netralitas itu semu. Netralitas ato ketidakberpihakan pada satu posisi atau sudut pandang tertentu, menurut saya adalah hal yang semu. Ketika kamu sudah menentukan bahwa kamu adalah pihak yang netral ato tidak berpihak pada posisi manapun, sesungguhnya hal itu sudah menentukan posisi kamu atau keberpihakanmu pada satu titik.

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Selasa, 02 Oktober 2012 | By: Unknown

What Is Hugging?

Hugging is natural, organic, naturally sweet, free of pesticides and preservatives. Hugging contains no artificial ingredients. It's 100% wholesome. No calories, no caffeine, no nicotine.

Hugging is nearly perfect. There are no removable parts, batteries to wear out, no periodic checkups. It consumes little energy, while yielding a lot.

It's inflation-proof. It's nonfattening. There are no monthly payments. No insurance requirements. It's theft-proof, nontaxable, nonpolluting, and fully refundable. And it costs very little. Hugging is healthy. It assists the body's immune system, it cures depression, it reduces stress, it induces sleep, it invigorates, it rejuvenates, and it has no unpleasant side-effects. Hugging is no less than a miracle drug.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Kamis, 27 September 2012 | By: Unknown

Choices are sacrifices

"Choices are sacrifices.. It means giving up something that you want, for something that you want more.."

Yes it is. Saat memilih sesuatu, lo harus menimbang pro dan kontra dari pilihan tersebut, plus minus nya dan juga keuntungan dan kerugian dari pilihan tersebut. yes, I’m a pragmatic type. Dalam hidup juga banyak banget pilihan yang harus dipilih, bahkan menurut gue hidup itu ya hakikatnya adalah pilihan. Dan pilihan-pilihan yang dipilih itulah yang akhirnya menentukan siapa diri lo yang sekarang.

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

Basic personal values, core political values dan political choice


Judulnya udah sombong banget ya, seakan-akan gue ngerti gitu tentang politik (hehehe). Ngga kok, sebenernya gue lagi liat-liat tugas S1 gue dan menemukan tugas mengenai analisis jurnal political psychology dan tetibaan aja pengen sharing sedikit tentang jurnal ini.
Schwartz, S.H., Caprara, G.V., & Vecchione, Michele. (2010). Basic personal values, core political values, and voting: A longitudinal analysis. Political Psychology, 31 no. 3
Sederhananya, jurnal ini membahas mengenai bagaimana basic personal values (BPV) seseorang dapat mempengaruhi political choicenya dia yang dimediasi melalui core political values (CPV) individu tersebut. 


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Selasa, 24 April 2012 | By: Unknown

Stress : Know it, then Manage it

Berdasarkan data dari Transport Canada (2009), stress merupakan salah satu faktor yang berkontribusi dalam aviation accident. Stress sendiri merupakan fenomena yang sulit untuk diukur dan dikuantifikasi. Pengetahuan mengenai apa itu stress, bagaimana mengenali stress dalam diri sendiri, bagaimana hal tersebut mempengaruhi performa seseorang dan bagaimana seseorang dapat mengontrol tingkat stress yang dialaminya, dapat membantu menurunkan risiko-risiko kecelakaan dalam penerbangan. 


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Senin, 09 Mei 2011 | By: Unknown

Self-Concealment

when i was writing my undergraduate thesis, i often read a scientific journal and made it my sources.. my undergraduate thesis is talk about psychological distress in university student.. when i skimming the journal, i read about this term.. a new term for me.. it called self-concealment
 
self-concealment is a predisposition to actively hide personal negative information from others (Larson & Chastain, 1990)
 
in the journal I read about, self-concealment is one of many factors that contributes as the reason why people don't wanna go and have a counseling with psychologists.. someone who have a big sense of self-concealment tend to hide his/her personal negative information.. not just avoiding, but actively hide his/her personal information.. i haven't read specifically about this, but i think it connected with self-esteem or something..
 
nice term.. someday i will seriously take a little research about it and then write it up..

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Jumat, 06 Mei 2011 | By: Unknown

Jarum Kompas

gue dapet kata-kata bagus ini dari film yang gue tonton.. menurut film itu, ini adalah pepatah yang konon dikatakan oleh orang-orang Islam (i don't really know whether it's true or not).. kata-kata itu kurang lebih begini bunyinya:
moral manusia bagaikan jarum kompas.. selama jarum kompas masih bergerak-gerak, itu tanda bahwa jarum kompas tersebut masih berfungsi dan tidak akan menunjuk ke arah yang salah

secara umum kalo dijelaskan ya kurang lebih begini.. manusia itu dibekali dengan moral dan segala pemikiran di baliknya yang menentukan letak moralitas atas segala tindakan yang dilakukannya.. ketika menentukan suatu tindakan yang diambil, it's not a big deal when someone even considered an immoral decision.. itu adalah hal yang sangat WAJAR! itu adalah tanda bahwa moral orang tersebut masih bekerja dengan baik..

selama ia punya sedikit keraguan pilihan mana yang harus diambil, itu berarti moral orang tersebut masih berjalan dengan semestinya.. dan moral itulah yang nantinya akan membimbing orang tersebut ke jalan yang benar..

*nangkep ga ya maksud gue? agak susah dijelaskan sih maksud gue ini.. hohoho

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Rabu, 20 Oktober 2010 | By: Unknown

Prejudice alias Prasangka

Tulisan ini gue buat gara-gara lagi liat-liat esai lama gue di dalem laptop.. ternyata esai psikologi sosial gue jaman semester 3, ngomongin tentang prasangka.. jadi keinget lagi tentang hal itu.. so let me share it to you..

Apa sih yang kalian pikirkan kalo mendengar kata prasangka?? When u hear a word prejudice?? Pasti banyak dari kita yang akan langsung mengasosiasikan hal tersebut dengan isu kesetaraan gender, racism, agama, dan hal lain semacam itu.. pasti kalian akan langsung merasa tidak nyaman kalo menjadi sasaran dari prasangka yang orang lain berikan.. pemikiran-pemikiran tentang prasangka yang ada dalam benak kita itu bisa dibilang cenderung negatif. Bener gak sih?? Tapi tenang aja, pemikiran itu gak salah kok.. banyak dari orang secara otomatis akan menunjukkan ekspresi tidak suka saat mendengar apa itu prasangka.. Padahal yang namanya prasangka itu gak melulu merupakan hal yang negatif.. Hal senada diungkapkan oleh Nelson (2002), bahwa prasangka tidak selalu negatif dan ada pula yang positif. Namun, memang prasangka yang ada dan dikenal secara luas oleh sebagian besar masyarakat adalah prasangka yang negatif, seperti ketakutan, penghinaan, permusuhan, dan lain sebagainya (Brown, 1995). 

Jadi sebenernya prasangka itu sendiri apaan sih? Kalo Nelson (2002) mendefinisikan prasangka itu..

“sebuah evaluasi yang bias terhadap sebuah grup, berdasarkan karakteristik anggota kelompok yang nyata atau imajinasi”

Prasangka itu sendiri bisa ditujukan kepada individu atau kelompok. Kalo pada individu, prasangka itu muncul dari keanggotaan individu tersebut dalam suatu kelompok. Ketika kelompok tempat individu menjadi sasaran prasangka, otomatis individu di dalamnya terkena juga dong.. Makanya banyak prasangka yang ditujukkan sama diri seseorang hanya karena ia merupakan bagian dari suatu kelompok tertentu. Contohnya aja, saya adalah anak UI. Masyarakat sekitar memiliki pendapat mengenai UI, bahwa yang kuliah disana pasti pinter. Jadilah saya yang merupakan anak UI juga dianggap pintar. Padahal kan belum tentu, saya bisa aja cuma beruntung masuk kesini. (ini sekalian contoh prasangka yang tidak negatif yaaa..). See? Saya jadi terkena prasangka orang lain kan, hanya karena keanggotaan saya dalam suatu kelompok..

Kalo prasangka terhadap kelompok yah mirip-mirip sih. Hanya aja, pembentukannya itu didasari atas karakteristik dari anggotanya. Kalo dicontohnya menggunakan contoh diatas ya jadi gini.. kenapa masyarakat bisa punya pendapat kalo anak UI itu pinter-pinter? Karena mungkin aja, banyak dari mereka yang menemukan bahwa anak UI itu pinter di luar sana, bisa jadi menteri ato apalah. Karakteristik segelintir anggota inilah yang membentuk opini umum masyarakat mengenai anak UI. Kemudian opini ini digeneralisir kepada seluruh individu yang menyandang jabatan ‘anak UI’. Opini yang digeneralisir inilah yang disebut prasangka..

Prasangka seperti halnya sikap kita yang lain, dapat mempengaruhi penilaian dan cara kita dalam memproses informasi sosial (Baron&Bryne, 2003). Saat kita memiliki prasangka pada seseorang atau sebuah kelompok, kita akan cenderung berpikir untuk membenarkan prasangka kita atau mencari sisi negatif lain, yang bisa kita temukan pada anggota kelompok tersebut untuk kemudian kita generalisasi lagi sebagai identitas kelompok. Trus jadi muncul pertanyaan, sebenernya prasangka itu ditujuin pada seseorang secara khusus ato gimana sih?

Brown (1995) mengatakan bahwa ia melihat prasangka sebagai sebuah fenomena yang muncul dalam proses-proses kelompok dan ada tiga hal penting yang mendasari pemikirannya. Pertama, prasangka merupakan orientasi ke arah seluruh kategori orang-orang dan bukan ke arah individu orang per orang. Walaupun targetnya merupakan individu tunggal, karakteristik individu tersebut menjadi kurang penting bila dibandingkan dengan cap yang dikenakan padanya, karena ia bagian dari suatu kelompok tertentu. Kedua, karena prasangka dapat berupa orientasi yang secara sosial sama. Artinya adalah sejumlah orang secara umum menyepakati stereotipe negatif pada suatu kelompok tertentu. Sedangkan alasan ketiga yang menyatakan bahwa prasangka merupakan suatu proses kelompok, karena prasangka biasanya diarahkan pada kelompok tertentu oleh kelompok lain.

Kalo berdasarkan teori konflik realistik (realistic conflict theory), prasangka itu berasal dari kompetisi antar-kelompok sosial, untuk memperoleh sesuatu yang berharga (Baron&Bryne, 2003). Sehingga, ketika kompetisi itu terus berlangsung, anggota yang terlibat di dalam kelompok tersebut akan mulai memandang satu sama lain dalam pandangan negatif yang terus meningkat. Mereka akan memandang kelompok mereka memiliki kelebihan dibandingkan kelompok lain. Jadi intinya adalah prasangka merupakan suatu sikap yang dimiliki individu karena ia tergabung di dalam suatu kelompok. Prasangka biasanya diarahkan pada suatu kelompok tertentu oleh kelompok lain.
 
So, insight-nya adalah kalo yang namanya prasangka itu ga semua buruk kok.. ada juga yang sifatnya positif.. namun ya namanya juga prasangka, entahlah itu dibangun atas dasar yang nyata ato imajinasi aja.. dan kalo seseorang kena prasangka, itu pasti karena keanggotaannya dalam suatu kelompok.. so, jangan menilai orang berdasarkan prsangka.. kan belom tentu tu orang punya karakteristik yang sama dengan kelompoknya.. just don’t judge a book by it’s cover! Hahahha.. semoga bermanfaat


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Kamis, 07 Oktober 2010 | By: Unknown

how u presents urself on public, depends on u..

lagi-lagi terinspirasi dari salah satu tugas kuliah gue semester ini, yaitu penelitian kualitatif.. kelompok gue mengambil tema penelitian mengenai remaja dan media.. dan ide ini muncul dan datang begitu saja, hehehe..

gue tertarik dengan bagaimana seseorang menampilkan dirinya dalam masyarakat.. yah bisa dibilang menumbuhkan image dalam masayarakat deh.. sampe ada ungkapan 'jaim' alias jaga image.. emangnya si image ini penting banget ya ampe harus dijaga?

well, actually it's true! ternyata eh ternyata orang cenderung memperhatikan bagaimana image dia dalam masyarakat.. soalnya image ini dapat mempengaruhi rasa percaya diri si orang tersebut.. kalo image yang dimiliki ternyata disambut baik oleh masyarakat, siapa yang gak seneng en tambah PD sih?

nah hal ini balik lagi sama sifat dasar manusia yang belum berhenti kalo belom puas.. dan biasanya, kalo orang mendapatkan hasil yang positif, maka dia akan cenderung mengulangi perilaku yang sama.. tentunya dengan harapan biar mendapat hasil yang sama pula.. hal-hal seperti inilah yang menjadi cikal bakal tumbuhnya perilaku self-presentation pada seseorang.. 

apaan sih self-presentation itu? liat aja dari asal katanya.. self = diri sendiri, presentation = menampilkan.. so secara semantik, self-presentation itu bisa diartikan secara kasar sebagai bagaimana cara seseorang menampilkan diri sendiri.. kalo secara teoritik sih, 
self presentation adalah upaya individu untuk mengontrol kesan yang akan ditampilkan. Tujuan mendasar dari self presentation adalah untuk membentuk interaksi sehingga mendapatkan hasil yang diinginkan (Taylor, Peplau, & Sears, 2000).
yah intinya sih, seseorang secara sadar emang membentuk citra ato image dirinya di dalam masyarakat.. bagaimana pandangan orang lain terhadap seseorang, ternyata bisa dibuat dan dikondisikan.. di satu pihak hal ini merupakan hal yang baik.. pastinya karena seseorang bisa membuat orang berpendapat sesuai dengan apa yang ia mau.. tapi sisi lainnya adalah ada kemungkinan orang untuk tidak menampilkan 'real self' dari dirinya.. ada kemungkinan orang untuk berpura-pura menjadi orang lain yang ternyata bukanlah kepribadiannya..

insight tema ini dalam kehidupan sehari-hari adalah seseorang bisa mengontrol pandangan orang lain mengenai dirinya.. tapi jangan sampai terlalu terbawa dan terhanyut dalam ilusi diri yang gak menggambarkan diri sendiri apa adanya.. semoga gue bisa melakukan ini, amiinnn...



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

konflik? gak selalu berarti buruk

semester ini gue merasa cukup berteman dengan konflik.. baik sebagai pengalaman di dunia nyata, maupun dalam bentuk yang lebih teoritik.. dalam dunia teoritik, hal ini bersangkutan dengan mata kuliah gue semester ini, yaitu pelatihan, penpsisos, dan perdamaian..

berdasarkan ketiga makul tersebut, gue jadi mengetahui cukup banyak hal mengenai konflik, resolusi konflik dan aspek-aspek psikologis yang terkait di dalamnya. dulu, sebelum gue mengenal lebih jauh tentang konflik, gue SELALU beranggapan bahwa konflik itu buruk dan jahat.. sehingga sebisa mungkin gue akan menghindari terjadinya konflik..

but actually, gak selamanya yang disebut KONFLIK itu adalah sesuatu yang merusak..

awalnya kenapa konflik bisa terjadi itu karena adanya perbedaan pada dua atau lebih pihak.. perbedaan ini sesungguhnya sifatnya netral, karena toh manusia memang unik dan pasti berbeda kan? terus apa dong yang buat itu bisa menjadi konflik?? yaitu persepsi individu terhadap perbedaan itu. pemaknaan terhadap perbedaan itulah yang membuat individu merasa terusik dan terganggu kesejahteraannya.. kalo udah begitu, terjadilah konflik..

tapi gak selamanya 2 pihak yang berkonflik itu buruk loh.. soalnya konflik sendiri terbagi atas 2 bagian, yaitu non-violence conflict dan violence conflict.. kebanyakan persepsi atas buruknya konflik diambil dari konflik yang menggunakan kekerasan.. 

tapi dosen gue bilang (mas dicky, red), coba bayangkan kalo ada situasi yang aman tenang nyaman dan damai.. gak ada satupun konflik yang terjadi di dalam hubungan tersebut.. kira-kira akan terjad peningkatan kualitas hidup dan hubungan ga?? dan itulah sesungguhnya poin penting dari terjadinya konflik..

bahwa ternyata dengan berkonflik, individu bisa meningkatkan kualitas hidupnya.. karena dengan adanya konflik, tentu perlu diselesaikan.. resolusi konflik ini pastinya akan berusaha mencapai win-win solution.. dengan begitu, mau gak mau ada hal yang pasti berubah dan semoga perubahannya ke arah yang lebih baik dan memang diinginkan..

insight dari teori ini dalam kehidupan sehari-hari adalah, don't be afraid of conflict.. without conflict, ur life will be flat dan boring.. with conflict, u can improve ur quality of life and of course ur quality og self.. jadi jangan takut bila dalam hidup lo terjadi konflik.. jangan dihindari, tapi hadapin aja.. karena setelah lo bisa melewati semua ini, lo pasti akan jadi pribadi yang berbeda yaitu pribadi yang lebih dewasa..

semoga gue bisa melakukan ini dengan baik.. gak cuma menjadi wacana semata dalam hidup gue.. amiinn

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO