Sabtu, 04 Desember 2010 | By: winda maharani

Alay and The Gentlemen

Kamis kemaren, gue pulang dari kampus ke rumah naek kereta. Saat itu jam menunjukkan sekitar pukul 17.00. awalnya gue pengen naik kereta ekonomi ac, cuma ketinggalan dan akhirnya memutuskan untuk naik kereta ekonomi yang 5 menit berikutnya dijadwalkan datang. Pas kereta ekonomi itu dateng, keadaannya cukup penuh dan lumayan berdesakan. Tapi gue tetep memutuskan untuk naik kereta tersebut karena memang diharuskan untuk pulang cepet ke rumah.

Agak cukup tricky juga pas masuk. Gue sempet ngomong ketus ama mbak2 yang mau naik kereta tapi leletnya itu loohhh.. tapi akhirnya gue dengan selamat naik ke kereta yang udah lumayan penuh itu. Gue masuk terus ampe ke bagian tengah gerbong yang agak cukup lowong, karena kebetulan gue bawa 2 tas yang cukup berat dan besar. Gue berdiri di deket dua orang cowok, yang berdasarkan dandanannya biasa kita sebut sebagai 4L4Y. di sekitar gue, cukup banyak ibu-ibu dan cewek-cewek yang berdiri karena tidak kebagian tempat duduk. Disinilah cerita gue sebenernya dimulai.

Kedua cowok alay ini, tak disangka tak dinyana memancarkan bau harum loh pemirsa. Jauh lebih harum dibandingkan gue sendiri yang udah lecek kumel di sore hari dan lebih harum dibandingkan cowok-cowok lain di dalam gerbong tersebut (bukan berarti gue ngendusin satu-satu bau mereka loohh, hahaha). Awalnya sih gue merasa risih ama kehadiran mereka, karena skema gue tentang cowok-cowok alay kayak mereka itu udah jelek aja. Tapi saat itu gue berpikir, “ya mau apalagi, emang gini ini yg namanya naik angkutan umum”. Trus datenglah kejadian ini yang membuat gue mengalami disonansi kognitif.

Saat ada 2 orang yang duduk di depan mereka, bangun dan turun di stasiun berikutnya, kedua cowok alay ini langsung menjaga kedua tempat duduk ini agar tidak diduduki dulu. Salah satu dari mereka kemudian mencolek ibu-ibu yang membawa tentengan besar, untuk dipersilakan duduk. Kemudian mereka ngeliat ke arah gue dan gue disuruh duduk. Berhubung tas gue beratnya ampun-ampunan, gue menerima dengan senang hati tawaran itu. Akhirnya gue duduk sepanjang sisa perjalanan gue itu. Tapi banyak hal-hal yang lebih menarik terjadi dan gue perhatikan dari tempat duduk gue. Sekitar 2 meter dari tempat gue duduk, ada 3 cowok mahasiswa UI yang tadi masuk kereta bareng sama gue. Ketika tempat duduk di depan mereka kosong, mereka langsung duduk disana. Padahal gue perhatiin ada ibu-ibu dan cukup banyak cewek di sekitar mereka. Tapi mereka tetap memilih untuk menggunakan tempat duduk itu sendiri. Kemudian kali kedua terjadi saat tempat duduk di sekitar kedua alay ini kosong lagi, mereka kembali mempersilahkan cewek-cewek dan ibu-ibu di sekitar mereka untuk duduk. Dan ketika hal yang sama terjadi pada ketiga mahasiswa itu, mereka tetap mengulang pola yang sama yaitu menggunakan tempat duduk itu sendiri.

Saat itu gue berpikir, kelima cowok ini menunjukkan perilaku yang beda banget. Satu pihak yang dalam skema gue merupakan pihak yang ‘jelek’, ternyata melakukan hal yang menurut gue sangat manly dan sangat gentlemen sebagai seorang cowok. Pihak lainnya yang gue pikir merupakan pihak yang lebih ‘baik’, justru melakukan hal yang cenderung egois menurut gue. Saat itu gue bener-bener berpikir kalo ternyata apa yang lo pikirin itu gak selalu sesuai dengan kenyataan yang ada. Oke mungkin ini cuma suatu kejadian kecil sehari-hari yang kebetulan gue amati. Mungkin hal ini ngga bisa dijadikan generalisasi atas apapun. But deep down inside my heart, I know I’ve changed. Gue seperti disentil atas prasangka gue terhadap suatu kelompok tertentu yang gue cap jelek, karena ternyata mereka melakukan hal kecil yang lebih baik dibandingkan kelompok yang gue anggap ‘terpelajar’. Bener-bener deh, prasangka itu nantinya akan menjerumuskan diri lo sendiri.

So insight perjalanan gue kemaren adalah, kayak pepatah lama, “don’t judge a book by it’s cover”. Maybe u will be surprise with the content, either it’s surprisingly good or depressingly bad..

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

1 comments: