Minggu, 09 November 2014 | By: winda maharani
Aku belum pernah merasa setakut ini menghadapi rasa
Berpendar keperakan memenuhi relung jiwa
Bergelung dalam hangatnya nuansa

Aku takut..
Kutakut rasa ini suatu saat kan tiada
Meninggalkan hatiku kosong dan hampa
Lalu kemudian, hatiku yang rapuh seketika akan binasa
Saat rasa ini meninggalkan jiwa

Aku takut
Sungguh merasa takut
Aku terlalu hanyut dalam alunan nada cinta
Aku takut ombak bergelung akan ikut menelan semua

Rasa itu berkecamuk dalam dada
Meminta jawaban
Menanyakan kepastian
Sebuah pertanyaan yang hanya bisa ditanyakan kepada engkau wahai sang Tuhan

Tuhan.. tolonglah hamba..
Berikan jawaban atas pertanyaan

Sabtu, 08 November 2014 | By: winda maharani

apa itu cinta??

Hingga kini, masih kupertanyakan apa itu cinta..
Bagaimanakah rupanya?
Benarkah itu hangat terasa?
Sehingga orang banyak berjuang karenanya..

Aku pun terus bertanya
Apa yang harus kulakukan agar ku tahu bahwa yang kurasa ini cinta?
Menggenggamnya?
Membelainya?
Ato sekedar melihatnya terus berkembang saja?

Apakah cinta itu bentuknya indah?
Sesuatu yang muncul dalam untaian waktu yang bergulir
Perlahan-lahan namun tetap mengalir
Mengisi relung-relung hati bagaikan air

Bilamana demikian, apakah rasa yang datang dengan cepat dan menggebu itu bukanlah cinta?
Yang tiba-tiba menyergap
Menangkap dengan sigap tanpa memberi suatu celah untuk pergi berderap
Yang datang berapi-api dan menumbuhnya senyum penuh harap
Apakah itu bukan cinta?

Lalu apa?
Apa nama dari perasaanku ini?
Tak mengenal kata perlahan, kemudian datang mengambil alih sang hati
Mengisi ceruk dalam diri yang sebelumnya tak pernah disadari

Apakah ini cinta?
Buah rasa yang pantas untuk kujaga?
Apakah ini cinta?
Persembahan tertinggi dalam hidup sang manusia?
Apakah ini cinta?
Bila ia datang mendekap tanpa pernah kuterjaga?
Apakah ini cinta?
Rasa menggelora di dada yg kurasa padamu hai pujangga?
Apa benar ini cinta??

Wahai Tuhan..
Berikanlah hambamu ini secercah jawaban
Agar hatinya yang rapuh, tak kemudian hancur tak tertahankan
Berikanlah manusia hina ini sekilas harapan
Agar bisa bertahan di dalam kegelapan

Wahai Tuhanku..
Apakah benar yang kurasakan ini adalah bentuk cintamu??

Selasa, 28 Oktober 2014 | By: winda maharani

Lagu dan Mesin Waktu

Ide post ini dimulai dari malem itu ketika gue nyupir pulang dari depok menuju rumah dan ditemani untaian lagu-lagu merdu dari radio. semakin malam, lagu-lagu yang diputar pun semakin syahdu dan membangkitkan kenangan. kok bisa sampai membangkitkan kenangan? yep, karena stasiun radio yang gue dengerin memutar playlist lagu-lagu lama dari jaman gue kecil hingga kuliah.. lagu-lagu yang penuh kenangan. Dan seketika, kenangan tentang mantan pun berseliweran.. yak bagoos sekali sodara-sodara..

but then gue mikir, kenapa ya hanya dengan mendengarkan lagu-lagu tertentu aja, bisa terbangkitkan tuh segala memori? (dalam hal gue khususnya tentang si mantan ini) Ga hanya sekedar kenangan yang kemudian berseliweran di dalam pikiran, tapi juga perasaan-perasaan dan emosi-emosi yang turut melekat pada kenangan itu. Kalo dalam kasus gue malem itu, gue keingetan perasaan senang dan deg-degan jaman PDKT, perasaan rindu dan sayang ketika ditelpon malam-malam, and many kind of emotions beside that.. and why is that happened??

Lagu atau musik secara umumnya memang merupakan salah satu stimulus yang cukup kuat untuk membangkitkan kenangan dan emosi. cukup banyak penelitian psikologi di bidang ini yang meneliti hubungan antara musik dan emosi atau juga memori. (Kalo mau tau yang mana penelitiannya, mohon gugling aja sendiri). 

Kalo based on yang gue inget dan gue sempet baca (CMIIW ya guys), musik sendiri termasuk dalam stimulus emosi yang dikirimkan ke otak. (ada berbagai macam tipe stimulus yang dikirimkan ke otak. monggo digugle sendiri apa aja). Selain itu, musik sendiri termasuk dalam stimulus yang multimodal. apa tuh artinya? yaitu stimulus yang terdiri dari berbagai stimulus lainnya. misalnya aja nada dalam musik masuk dalam stimulus pendengaran, kemudian liriknya masuk ke dalam stimulus kata-kata, dan bagian-bagian musik lainnya pun masuk ke dalam jenis stimulus yang berbeda. Setiap stimulus yang spesifik, akan masuk ke area otak yang berbeda pula untuk kemudian diproses di dalam otak kita. Nah, bayangin aja kalo gitu, dalam satu lagu yang sama ada berapa banyak bagian otak yang disasar?? so pasti, lagu atau musik kemudian jadi pemicu yang cukup kuat dari memori seseorang.

lalu kenapa musik juga membangkitkan emosi? jujurnya gue ga tau sih secara scientific nya gimana, tp kalo menurut logika bodoh gue yang sejujurnya jangan juga lo percaya (hahaha), ketika lo mendengarkan sebuah lagu, lo biasanya sambil melakukan suatu kegiatan. Sebuah aktivitas yang mengandung emosi kuat (misal lagi berantem sama pacar, happy abis ngedate sama pacar, rindu karena LDR-an, sedih abis putus dari pacar, dsb) akan lebih mudah diasosiasikan pada suatu hal, dalam hal ini mungkin lagu yang ga sengaja lo denger kala itu. 

Dalam hal gue misalnya ya, ketika gue denger lagu adele-set fire to the rain, gue akan ingat masa-masa dimana gue sadar kalo pacar gue selingkuh dan gue benci banget karenanya.. asosiasi yang terbentuk dalam otak gue adalah : "set fire to the rain - benci setengah mati ama ni mahluk bernama *piip* alias emosi negatif".. Dats why ketika akhirnya di suatu saat gue denger tuh lagu, langsung deh secara otomatis badan gue mengingat segala sensasi yang ditimbulkan oleh lagu laknat tersebut (nah kan ampe kebawa pas nulis artikel). mulai dari emosi kesel, jantung berdebar-debar sampe agitasi badan kayak mau mukul orang haha. mungkin hal yg serupa juga pernah terjadi sama orang lain? bisa jadii :))

so then, jangan remehkan the power of a song. itu bisa ngebawa lo kembali ke dalam masa lalu dengan kenangan yang kemungkinan besar melekat erat dan detail dalam benak lo, sampe ke emosi-emosi yang juga menyertainya masa itu. hal ini juga mungkin yg kemudian mendasari kenapa stasiun radio yang muter lagu-lagu jadul itu cukup digemari. Bukan karena lagunya enak, tapi karena melalui lagu itu, seseorang seakan-akan kembali ke masa lalu..

happy listening then, folks! :))
Selasa, 17 Juni 2014 | By: winda maharani

What's wrong with me?

di tengah kehidupan yang serba ga pasti buat gue sekarang ini, gue malah memikirkan hal-hal paling ngga penting dalam hidup gue. apa? gue jadi sering benci sama diri gue sendiri yang keep wasting time just to thinking about random things in my life..

dan siang ini gue nerima kabar semua temen payung tesis gue bahkan udah bikin printailan tesis, dimana gue bab 5 aja belom selesai sampe sekarang.. dimana mereka tgl 23 dan 25 akan ujian kompre dan sidang tgl 1-4, sedangkan gue masih stuck disini aja.. 

i wanna cry. really.. cant tell anyone.. cant seek for comfort in anyone.. i hate this situation.. i can only cry.. and pray..

really.. i hate myself.. i just need my concentration back.. i need to get away from all of this things..
i need to escape, badly.. it hurts, and lonely..
Rabu, 05 Maret 2014 | By: winda maharani

In the verge of despair

who said it will be easy?? you it will be hard but yet u still welcomed it bravely..
then why in this point, you feel confused??

i always ask myself the same things.. over and over again.. 
but they never gave me some answer

yes.. im dispirited..
yes.. i feel hopeless..
yes.. im in despair..

can i go through all of this things? safely and sound?

i keep asking myself why.. why i chose this way?
why? this is so hard..
no words can console me anymore

im in despair and dont know what to do..
im ready to quit.. this moment.. this time..

i dont know..
i really dont know..
Senin, 08 Juli 2013 | By: winda maharani

A reason to be brave

when i feel down, sometimes i hear this song and it makes me feel a lot of better.. so friends, when u have a rough time at ur life, try ur hardest and leave it to God.. He knows better..

Josh Groban - Brave

Wake up, wake up, the sun cannot wait for long
Reach out, reach out before it fades away
You will find the warmth when you surrender
Smile into the fear and let it play

You wanna run away, run away
And you say that it can't be so
You wanna look away, look away
But you stay 'cause it's all so close
When you stand up and hold out your hand
In the face what I don't understand
My reason to be brave

Hold on, hold on so strong, times just carries on
All that you thought was wrong is pure again
You can't hide forever from the fire
Look into the storm and feel the rain

You wanna run away, run away
And you say that it can't be so
You wanna look away, look away
But you stay 'cause it's all so close
When you stand up and hold out your hand
In the face what I don't understand
My reason to be brave

Go on, go on

You wanna run away run away
And you say that it can't be so
You wanna look away look away
But you stay 'cause it's all so close
When you stand up and hold out your hand
In the face what I don't understand
My reason to be brave

La Tahzan, Innallaha Ma'ana.

lately, its been a difficult time for me. a depressing time, a lonely time, a worthless time, time when my self-efficacy is down the hill.. time when all i feel is just confused and dont have some destination in my life.. challenging? yeah it is, but in other side it's also depressing..

waktu-waktu dimana gue memasuki institusi ini bener-bener bikin stres dan depresi. gue terkadang lupa, apa alasan gue sampe di titik ini. apa yang gue lakukan untuk sampe di titik ini. kenapa gue sampe pengen ada di titik ini. i lose all my reasons to be here and stand up to face all of it.. i forgot.. and i'm loss.. apa hakikatnya dari profesi ini sebenarnya? apa yang ingin gue capai? apa alasan gue untuk tetap bertahan? hal apa yang akan membantu gue untuk bisa survive? i forgot all of this things.. i forgot and once again i'm at loss.. for words and action..

ketika gue bingung dan kehilangan arah, gue seperti orang yang kafir. gue melupakan Allah SWT dan segala macam bentuk pertolongan-Nya. all i can do are just find excuse and excuse and excuses.. all i can do is just complain complain and complain.. i forgot ALLAH SWT.. i forgot my God and all the help he gave to me.. padahal gue tau kalao Allah ga akan kasih hambanya cobaan yang tidak bisa ia selesaikan.. Allah juga bilang bahwa Ia akan selalu memberikan pertolongan bagi hambanya yang meminta.. Allah pasti akan menunjukkan jalannya, nda.. just believe it.. there will always be a way to all of the problems we face in our life..

La Tahzan, Innallaha Ma'ana
It means don’t be sad; indeed, Allah is with us. [Qur’an 9:40]

Be strong, my dear friends..
Jumat, 07 Juni 2013 | By: winda maharani

I feel lonely in the middle of the crowd

Belakangan ini, gue sering banget ngerasa sedih dan kesepian, padahal gue lagi berada di tengah orang-orang banyak. Berada di tengah-tengah teman dan keluarga. But still, i feel lonely. I fell that i dont belong anywhere in this crowd, i fell like i dont have a person who loved me and understand me somehow. i know i have my family, brother, sister and father. but i just dont feel the same way i feel with them like when my mom still alive. it's just different.. i love them and i know with all of my heart and my mind that they feel the same way like i do. but i just cant get rid of this thinking, this feeling, this..things..

thats my complex, yes i know it. and i know i keep pushing people around me because the way i act or the way i thinking and feeling. i know thats wrong and thats only happened in my mind. but i feel helpless and i feel like im wearing a mask if i keep pretending that i dont feel lonely. i need closure, thats all i know. but i seems cant find it here or there, cant find it anywhere and seems nobody cant understand me when im talking about this.. yeah, thats me. feel lonely..

kalo orang tanya, sebenernya apa yang gue butuhin? gue mungkin ga tau juga jawabannya apa. someone who understand me, perhaps? seseorang yang menjadikan gue nomor satu dalam hidupnya dan sebaliknya? and i hate the feeling that i have to rely on someone else to have some happiness in my life, to feel needed by others, to feel alive.. i hate it but still cant help it. i cant lie to myself about this kind of feeling. this emptyness..

i just hate it..

Nicholas Sparks moment

yap, one of my favorite author.. call me deadly romantic, yeah i am.. proudly to say it, hahaha..

dia ini salah satu pengarang buku yang gue suka. sisi romantisnya dapet, sisi tragedinya dapet dan sisi humanity nya juga dapet.. i like all of his books, walaupun emang gue belom baca semua bukunya sih..

buku Nicholas Sparks yang pertama gue baca itu hasil dari pinjeman salah seorang temen gue. saat itu gue lagi bosen baca komik, dan lumayan bosen baca Sandra Brown (another fav author of mine) dan gue minta novel lain yang bisa gue baca dan kira2 suka karenanya. and my friend lent me this book, then i completely love it while crying when i read it.. :'(

buku pertama yang gue baca itu yg judulnya 'message in a bottle', dan gue beneran nangis pas baca novel ini. yah emang gue lumayan sering nangis sih pas baca novel ato komik yang sedih. panggil gue cengeng, but its true. cerita di buku ini (*gue ga akan ceritain isinya btw, haha) beneran sedih dan gue kayak ngerasain sedihnya kehilangan seseorang itu seperti apa. reaksi pertama gue? i hate this kind of book!! gue seneng cerita yang happy ending dan gue benci karena buku ini ujungnya adalah sad ending (*oopss spoiler).. trus gue bilang ke temen gue, plis jangan pinjemin gue bukunya si pengarang ini lagi, sad ending soalnyaaa.. hahahha

lalu kemudian gue tau kalo ni pengarang adalah orang yang sama yang ngarang "the notebook". gue ga tau sama sekali tentang ini buku ato filmnya yang sebenernya udah diputer berulang kali di TV sih ya. orang-orang bilang ceritanya bagus banget si film ini, but gue tetep memutuskan ga nonton. sampe akhirnya gue dipinjemin lagi novel 'the notebook' ini sama salah seorang temen gue yang lain, in english version. and you know what, i'm crying a lot. like a lot, truly. sedih abis ceritanyaaaaaa *hiks* lalu barulah gue nonton filmnya.. 

trus gue mulai deh nonton film-film lain yang based on bukunya si Nicholas Sparks juga. ga semuanya udah pernah gue baca novelnya, sometimes gue cuma nonton filmnya aja sih.. gue nonton 'night in rodanthe' and cry like a baby in movie theater. yeah, really.. lalu gue nonton 'a walk to remember', ada juga 'dear john', trus ada 'the last song' sama yang terakhir gue tonton adalah 'safe haven'. dan gue jatuh cinta semakin dalam sama ni pengarang. pada akhirnya gue beli ato ngga nyari ebook dari semua film yang gue tonton itu.

ada satu hal yang jadi benang merah semua film dan buku yang gue baca, yaitu surat. yeah, a letter and i remember i always crying when the character on that books read it.. suratnya selalu indah isinya, kata-katanya bagus, maknanya bagus dan selalu jadi titik balik dari semua cerita yang sebelumnya udah dipaparkan. agak ketebak sih kalo isi suratnya akan membawa semua pesan itu, but i always love it..

kemudian gue jadi mikir, orang-orang jaman sekarang udah jarang banget nulis surat dalam bentuk yah well, surat. with pen and paper. orang-orang jaman sekarang lebih suka nulis semuanya digital (*kayak blog ini contohnya) dan lebih suka menulis dalam isi yang pendek2. padahal surat menurut gue, sangat sangat powerful. lo mau ga mau akan berpikir, apa ya yang orang itu pikirin saat nulis surat ini.. yah, kalo gue sih mikir itu. so yeah, for me a letter is so powerful in its own way.. 

lets write a letter now. one letter for one person you loved :)

it's been a long time..

I'm saying hi again.. to my lovely blog, the only place who doesn't show some judge over my opinion.. *ya iyalah ya*

seperti judulnya aja sih ya, it's been a long time i haven't write things in this blog.. some place to run, some errands to do, some people to meet yet little time to spent.. yada yada yada, alasan sih emang semuanya itu.. hahaha

mungkin hanya sedang tidak minat. mungkin hanya sedang tidak memiliki waktu untuk menulis. mungkin hanya sedang tidak ingin terhanyut dalam berbagai emosi. yes, karena menulis di blog bagi gue adalah penyaluran emosi. mungkin hanyasedang tidak memiliki inspirasi apapun dalam hidup ini yang bisa gue tuangin ke dalam tulisan..

well, whatever it is, it's been a long time.. hehehe.. dan gue gagal menjalani salah satu resolusi tahun 2013 gue, yaitu menulis 4 post setiap bulannya.. and i havent write for about 6 months, hahahha..

mungkin ada waktu-waktu dimana gue bisa nyempetin nulis kali ya.. karena gue ngerasa belakangan ini banyak hal yang gue pikirin dan ga bisa gue ungkapin ke siapapun.. hard time? maybe, yeah.. :)
Sabtu, 02 Maret 2013 | By: winda maharani

I am ready to move on..

Mungkin jalan yang gue pilih ini akan jadi jalan panjang yang sepi dan penuh cobaan
tapi gue rasa, gue perlu menyelesaikan semua rasa yang ada di dada ini
hingga tak akan pernah ada lagi masa dimana gue ngerasa sejatuh ini..
ga perlu lagi ada masa dimana gue serapuh ini karena orang lain
ga perlu lagi ada masa dimana hidup gue berantakan karena orang lain..

the only time when i will shed my tears, only when people who really love me and always there for me, be gone someday.. not because this kind of things..

mereka melihat gue sebagai beban dan bukan sebagai rekan
lalu kemudian gue masih harus tersenyum manis di depan muka mereka selagi hati gue berteriak hal yang berbeda?
gue ngga munafik..
i always tell the world what i really feel inside.. if the whole world cant accept me for the who i am, it's ok..
i know that i always have a home.. filled with love, warmth , supports and family..

it's ok.. i am ready to move on.. and never look back..


Kamis, 28 Februari 2013 | By: winda maharani

Significant others

Apa sih yang sebenernya dimaksud sebagai significant others? kenapa gue jadi mengalami disonansi kognitif gini mengenai pemahaman gue tentang significant others?

dalam pengertian gue, itu adalah sebutan bagi orang yg memiliki arti penting dalam hidupnya. orang yang kehadirannya baik fisik ataupun emosional lo rasakan penting bagi hidup lo. lalu, kenapa juga gue jadi meragukan definisi significant others menurut orang lain? apa mereka punya definisi yang sama dengan gue?

kalo dalam definisi gue, significant others bisa banyak tapi bertahan. kalo seseorang jadi significant others lo hari ini, kemungkinan besar dia tetap akan jadi significant others lo tahun depan. (yah walaupun kalo pacar trus putus, susah juga sih ya :p)

but i know, everybody changes. your habit, your attitude, your paradigm, your way of see the life, your friends, even your significant others.. so, it is possible if today someone is your significant others but maybe not tomorrow.. it's just a pity..
Rabu, 20 Februari 2013 | By: winda maharani

personality

Kalo menganggap diri sendiri termasuk dalam forceful personality, ya harusnya apapun kata pendapat mereka, it wont matter to me.. hahaha, mungkin gue seharusnya ambivalent kali ya.. atau mungkin part of forceful personality adalah ideal self gue?

i dont know, hehe.. all the things in my life just messing around in my head.. have to block it, or i will go crazy instead.. :))

:)

Jadi ternyata yang menganggap itu adalah masalah, bukan cuma gue.. kenapa gue dan dia ga membahas ini ya? mungkin terlalu "tidak enak" satu sama lainnya.. kalo gue sih begitu, ga tau alasan dia ya..

i felt i've become invincible to them and vice versa.. we just grow apart, i think.. further away :))
Kamis, 14 Februari 2013 | By: winda maharani
Minggu, 03 Februari 2013 | By: winda maharani

sedang tidak minat

ini post ga penting di tahun ini.. cuma pengen nyampein aja kalo gue belakangan ini lagi ga minat buat ngelakuin apapun.. males aja gitu bawaannya.. mungkin puncak malas-malasan sebelum masuk kuliah lagi kali ya?!? well, dunno..

banyak banget bahan post di blog yang gue antriin buat ditulis, but somehow gue terlalu malas untuk memulai. gue aja lagi males nonton WGM yang episode2 terbaru dan Running Man episode terbaru. padahal pas lagi kuliah, wuidiihh rajinnya ngedonlot tiap minggu..

yah sudahlah, hanya ingin mengatakan itu saja

*post paling ngga penting abad ini*
Rabu, 16 Januari 2013 | By: winda maharani

Woman as the first teacher


Sebelum gue lanjut pendidikan master, gue sempet ngobrol dengan beberapa cowok tentang cewek yang punya pendidikan tinggi. Gue menanyakan beberapa komentar dari mereka, walopun ini sampel ga representatif yaaa. Kebanyakan dari mereka agak tidak nyaman dengan skenario ‘what if’ yang gue ajukan. Gue nanyain, gimana pendapat mereka tentang cewek yang punya pendidikan tinggi dan bahkan lebih tinggi dibandingkan mereka. Trus gue nanya lagi, kalo cewek itu akan jadi istri mereka, kira-kira tanggapan mereka gimana. Yang pertanyaan-pertanyaan model itulah. Kemudian gue mengambil beberapa kesimpulan dari jawaban-jawaban temen-temen gue ini.

Secara umum mereka tidak berkeberatan bila ada cewek yang punya pendidikan tinggi sampe s2 atau s3. Mereka malah kagum dengan cewek-cewek seperti itu karena punya ambisi dan tekad yang kuat dalam pendidikan. Tapi lain halnya kalo cewek itu adalah istri atau calon istri mereka, ini menjadi sesuatu yang tidak nyaman untuk dialami. Mereka bilang tentunya jiper dong sama istri mereka kalo mereka pendidikannya lebih rendah dibanding istri mereka. Mungkin terkait dengan ego lelaki ya, atau lebih tepat gue bilang sosialisasi gender mereka dalam masyarakat. Gue sama sekali ga menilai pendapat ini salah ya, karena memang sosialisasi peran gender dalam masyarakat Indonesia ya begini. Sosialisasi yang menyatakan bahwa pria lebih superior dibanding wanita, hampir dalam hal apapun. Jadi ketika cewek seakan punya kedudukan yang lebih tinggi, tentunya cowok akan merasa sedikit terintimidasi. Ga semua cowok begini, tapi ada sebagian yang begini.

Dari pendapat itu, jalan tengah yang diambil para pria (berdasarkan omongan temen-temen gue aja ya ini) tentang hal ini adalah ngga papa kalo istri mereka punya pendidikan lebih tinggi dari mereka asal bukan penghasilan yang lebih tinggi. Alasannya? Mungkin kurang lebih sama kayak yang udah dijelasin sebelumnya ya. Ini cowok-cowok modern dengan pendidikan sarjana yang hidup di kota besar ya yang berpendapat begini. So, mungkin sifat dasar lelaki memang seperti itu kalo sudah menyangkut ego dan peran gender.

Gue sebagai kaum wanita sebenernya agak kecewa sih dengan pandangan laki-laki yang begitu. Gue bukannya feminis atau apalah tentang kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan. Karena dari kodratnya pun gue tau kalo cewek ya memang lebih inferior dari cowok, gue menyadari itu dan agama gue pun mengajarkan hal tersebut. Yang gue sesali adalah sisi lain dari tingkat pendidikan yang lebih tinggi yang dienyam oleh kaum wanita ini. Saudara-saudara gue yang lebih tua pun sebenernya sedikit berkomentar tentang gue yang mau kuliah master. Mereka menanyakan kenapa mau kuliah master, emang nantinya selesai kuliah mau apa, kalo kerja dan karir trus nanti gimana berumah tangga, dan sebagai dan sebagainya.

Gue menyesalkan pemikiran-pemikiran tersebut karena gue merasa komentar tersebut justru tidak memikirkan jangka panjang. Pertanyaan gue adalah, apakah dengan mengenyam pendidikan yang lebih tinggi lalu seorang wanita diharuskan untuk bekerja? Bukankah dengan wanita yang lebih pintar dan cerdas, generasi berikutnya juga akan lebih terdidik? Bukankah seorang wanita yang nantinya menjadi seorang ibu adalah guru pertama dari anak-anaknya? Lalu mau jadi apakah anak-anaknya bila memiliki ibu yang bodoh?

Pemikiran gue cukup simple. Cewek itu harus jadi orang yang terpintar dan tercerdas dalam keluarganya, karena dialah nanti yang akan menjadi seorang ibu sekaligus guru bagi anak-anaknya. Ga bisa dipungkiri juga, kesuksesan lelaki juga dipengaruhi oleh wanita yang ada di belakangnya (gue rasa ada nih kutipan yang artinya kira-kira gini juga). Kalo si wanita itu ternyata bodoh? Tidak beretika? Apa yang akan terjadi pada suami dan anak-anaknya? Jadi wahai mereka-mereka yang masih menganggap mengapa wanita harus punya pendidikan yang tinggi, kalo akhirnya mereka akan di dapur saja. Coba pikirin, kalo anak lo kelak punya hak kan untuk memiliki ibu yang pintar yang bisa membesaran dia dengan baik? Kalo jawaban lo iya, then mulailah memandang pendidikan tinggi pada wanita sebagai aset dan investasi, bukannya pemborosan cuma-cuma.

Blaming On Them


Pernah ga kalian cerita sama temen atau sahabat baik tentang kisah cinta kalian yang kandas di tengah jalan? Ato ngga menjadi pihak yang mendengarkan cerita tersebut? Tentang mantan yang begini begitu, pacar yang begini begitu, cowok atau cewek yang PHP sama kalian atau apapunlah bentuk cerita cinta. Pernah ga menderngar komentar atau mungkin berkomentar yang kemudian ujungnya menjelekkan si “pacar, si “mantan” atau si si yang lainnya? Misalnya, “emang dia tuh brengsek aja, udah nyakitin lo kayak gini”. Pernah ga? Kalo kalian sebagai orang yang menerima komentar begitu, pikiran kalian apa perasaan kalian gimana?

Kalo gue menerima komentar kayak gitu, respon gue satu. Gue GA SUKA sama sekali. Walaupun mungkin teman yang berkomentar memiliki niat yang baik untuk meringankankan beban hati yang bercerita atau menghibur hati yang sakit, but I still don’t like it. Dan kenapa gue sampe ga suka tentang itu? Gue percaya yang namanya garis yang udah ditakdirkan oleh Allah SWT dalam hidup gue. Gue harus bertemu orang ini, gue harus memiliki hubungan sama orang itu, dan sebagainya. Mereka ada dalam hidup seseorang pasti karena ada alasan tertentu juga. Menurut gue, cara yang tepat untuk menghibur orang yang lagi merasa down karena dikecewakan itu bukan dengan menjelek-jelekan orang yang mengecewakan mereka, tapi mencoba mengerti posisi mereka.

Sebagai orang luar yang ga tau hal yang sesungguhnya dari suatu cerita, gue rasa kita ga punya hak untuk dengan beraninya mengatakan dia jelek, dia brengsek, dia jahat, dia playboy atau apalah. Lo bukan temen lo, yang jelas-jelas tau rasanya berhubungan dengan orang itu. Informasi yang lo terima hanyalah berupa informasi tangan kedua yang jangan lupa, pasti udah dibumbui sana sini dan terwarnai oleh persepsi si pencerita. Menurut gue, orang yang dikecewakan itulah yang paling berhak memanggil orang yang mengecewakan mereka sebagai si brengsek dan teman-temannya, bukan kita si komentator.

Jujur aja gue merasa sedikit marah ketika gue cerita tentang mantan gue yang begini dan begitu, lalu komentar mereka adalah “lo punya mantan brengsek semua ya”. Bukankah dengan berkomentar seperti itu, lo berarti mendiskreditkan gue? Lalu lo menilai gue apa dong kalo mantan-mantan yang gue punya brengsek semua? Orang bodoh?? I just don’t like it. Mereka mungkin emang brengsek, tapi kan mereka juga ada sisi baiknya yang mungkin dengan sengaja tidak terceritakan oleh pencerita. Lo ga bisa serta merta bilang si dia brengsek dan sebagainya tanpa lo bener-bener tau dia itu gimana orangnya.

Yah intinya sih, jangan menggampangkan suatu komentar yang mungkin terdengar sepele. Berhat-hati dalam berkomentar apalagi tentang hubungan seseorang. Jadi kalo temen lo lagi curhat, jangan langsung samber dengan komentar-komentar praktis kayak gitu ya. Dipikirin dulu arti dan akibat omongan lo itu apa ke temen lo. Menjelek-jelekan si ‘mantannya’ mungkin secara ga langsung akan menjelek-jelekan si temen lo juga akhirnya.. so be careful ;)
Selasa, 08 Januari 2013 | By: winda maharani

Rindu, Jarak dan Waktu


Kau tak akan mengenal rindu bila tidak pernah terpisahkan jarak dan waktu
I read this somewhere. Lalu kemudian pertanyaan gue  muncul, apa bener begini?? Apakah rindu hanya muncul kalo 2 individu terpisahkan jarak dan waktu? Bukankah 2 orang yang tinggal di dalam rumah yang sama setiap hari, berada di satu ruangan dan tidur di tempat tidur yang sama juga dapat mengalami rindu? Padahal mereka tidak terpisahkan oleh jarak dan juga waktu. Rindu itu timbul karena adanya rasa tidak memiliki satu sama lain.

Kalo menurut gue, hal yang menyebabkan rindu itu gak hanya sesimple terpisahkan jarak dan waktu. Di satu sisi hal itu benar, tapi juga kurang tepat di sisi lain. ga hanya jarak dan waktu secara fisik tapi juga secara kognitif dan afektif. Kalo di dalam pikirannya dia merasa jauh dengan orang tersebut, walaupun ia bertemu setiap hari mungkin ia akan tetap merasa rindu. Kalo misalnya suami istri yang menikah tanpa cinta atau mengalami masalah dalam pernikahannya, mungkin mereka akan merindukan satu sama lain walaupun tiap hari bertemu. Merindukan hubungannya mereka yang dulu.

So there’s many aspect to build a feeling called miss. And I won’t even start to list it. Sometimes let your feeling decided that to you. ;)

Astrologi dan kebutuhan untuk merasionalisasi


Siapa yang belom pernah baca astrologi? Atu yang biasa dikenal dengan ramalan bintang? Siapa yang percaya dengan hal-hal semacam itu? Apakah hal-hal yang tertera dalam astrologi itu benar? Apakah astrologi itu sebuah ilmu pengetahuan?

Mungkin cukup banyak ya pertanyaan-pertanyaan retoris yang terkait dengan kepercayaan orang terhadap astrologi. Gue adalah salah satu orang yang lumayan percaya dengan astrologi. Gue memfollow beberapa akun twitter tentang astrologi yang juga punya ribuan follower lainnya. Gue cukup sering me-RT tweet tentang astrologi yang terkait dengan bintang gue, yaitu sagitarius. Selama gue punya akun twitter, gue melihat cukup banyak orang atau temen-temen gue se timeline yang tergolong cukup sering me-RT tweet tentang astrologi. Lalu kemudian muncul pertanyaan besarnya, seperti yang juga ditanyakan oleh banyak orang dan sudah coba dijawab oleh bermacam-macam pihak juga. ‘ Kenapa banyak orang yang suka me-RT dan tetap percaya pada astrologi? ‘ I have my own version though..

Salah satu hal yang ga luput dari perhatian gue adalah, banyaknya pelaku abusive RT astrologi ini adalah wanita. Kenapa wanita lebih banyak dibandingkan pria? Bukan berarti pria ga melakukan tindakan RT abusive ini pada tweet astrologi loh ya, hanya saja jumlahnya lebih sedikit dibandingkan wanita. (ini semua purely observasi bebas yang tidak ilmiah ya).

Kalo dalam penjelasan gue, alasan orang melakukan RT terhadap tweet2 astrologi adalah rasionaliasi. Astrologi jelas bukan sebuah cabang ilmu pengetahuan karena astrologi tidak bisa di falsifikasi. Padahal syarat utama sesuatu dikatakan ilmu pengetahuan adalah kemampuannya untuk dapat di falsifikasi atau dibuktikan salah. Astrologi tidak dapat dibuktikan salah, mari kita lihat contohnya.
“ RT @WeSagittarius:  #Sagittarius are idealistic lovers who want you to appreciate their beliefs, visions, and ideals. “
I mean like, who are’nt feel like this? Ga cuma orang dengan bintang sagitarius kan yang pengennya begini? Tapi kenapa masih aja ada orang yang suka bacain astrologi atau me-RT-nya kayak gitu? (well, termasuk gue juga sih, hehe). Kalo dari pemahaman gue terhadap diri gue sendiri, mungkin alasannya ya rasionalisasi.

Hampir dalam setiap kesempatan, individu itu tidak ingin menjadi pihak yang salah atau kalah. Akan selalu saja ada pembenaran dalam setiap hal yang dia lakukan. Selalu ada alasan yang benar untuk setiap action yang dilakukan yang sebagian besar menganggap bahwa dirinyalah yang benar dan orang lain salah. Alasan paling dasar bila suatu tindakannya dianggap tidak tepat dalam masyarakat adalah omongan ‘emang gue orangnya begini dari sananya. Ga bisa lagi diubah”. Disitulah menurut gue kepercayaan terhadap astrologi masuk.

Astrologi memberikan penjelasan-penjelasan yang menggambarkan tipe seseorang berdasarkan bintangnya. Kalo orang-orang menyetujuinya (misal dgn me-RT tweet tersebut), ya dia kembali menegaskan ‘ya gue emang orangnya begini’. Menyampaikan itu di depan publik, seakan-akan meminta orang lain mengerti dirinya yang memiliki sifat seperti yang ditulis di astrologi dan tidak menyalahkan mereka bila melakukan itu karena ‘emang dari sononya udah begitu’. I think that the main reason. Walaupun niat menyampaikan ‘pesan’ lewat publik terhadap seseorang juga bisa sih. Intinya mah pengen orang lain ngertiin sifat mereka yag begitu dan menerima mereka apa adanya dengan seluruh sifat itu karena sebenernya mereka bersikap begitu karena emang dari sononya orang dengan bintang tertentu akan bersikap tertentu. Hehehe, am I right? Well, its just a mere theory not scientific either.