Rabu, 27 Juni 2012 | By: winda maharani

my confession no. 17


Hanya melihat hal itu saja..
Mengapa dadaku sesak hingga menitik air mata.. 
Mengapa susah sekali untuk melupakanmu?


Menderita setiap harinya.. 
Ketika terpaksa menatap kemesraan antara kau dan dia.. 
Duduk di tepi, seakan2 aku ini bayangan maya..


Tapi setiap waktu yang kuhabiskan bersamamu, membuat jantung ini berdetak lebih cepat..
Membuat hidupku terasa menggeliat..


Sesak di dada..
Bisakah menghilang hanya dengan melupakanmu saja? 
Mudah dikata, tapi sulit mengatur rasa.. 
Aku butuh kau jauh dari dia..


Aku butuh kau jadi milikku..
Butuh kau dalam pelukku..
Butuh kau untuk menopangku..
Kehadiranmu bagaikan candu..
Bisakah kumilikimu priaku?


Tak ada kata yang sanggup menghilangkan rasa..
Beribu nasihat mencoba memupus asa..
Tapi apalah daya.. 
Aku hilang kuasa atas kendali cinta


Rasa ini begitu membelenggu.. 
Satu sisi aku begitu merindu..
Di sisi lain, ku ingin segera terlepas dari rasa cemburu setiap ku melihat dia dan dirimu..


Ketika dunia terus berputar, tangga kehidupan terus mengular..
Banyak keyakinan kian mengakar..
Tapi kubenci fakta bahwa cintaku tak kian memudar..




*udah lama ga nulis puisi, biarkan ini jadi satu titik balik atas inspirasi cinta*






Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

0 comments: