Kamis, 13 Desember 2012 | By: Unknown

Berhenti Berharap


Apakah untuk melupakanmu aku harus berhenti memikirkanmu?

Apakah kemudian dengan berhenti memikirkanmu, aku akan dapat melupakanmu?

Mereka bilang, berhentilah berharap kau akan kembali ke sisiku

Mereka bilang, hal itu tidak akan pernah terjadi. Tidak sekarang dan tidak juga nanti

Lalu kemudian, aku harus berhenti berharap agar aku tidak terus terluka karena mendambakanmu?

Apakah kau menyuruhku untuk menyudahi saja hidupku saat ini?

Karena berhenti berharap akan hadirnya dirimu, sama saja artinya seperti berhenti bernapas dalam hidupku

Nadi kehidupanku saat ini hanyalah seutas harapan tipis akan kembalinya dirimu

Harapan itu yang membuatku tetap hidup dan mencoba untuk tegak berdiri

Berhenti mengharapkanmu, sama artinya kau memintaku untuk membunuh diriku

*Terinspirasi dari seseorang

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

Quotes


“he who has why, can endure any how” – Nietzsche

Itu adalah salah satu quotes yang gue suka dari Nietzsche. Gue ga tau arti sesungguhnya dari quotes itu, tapi paling ngga gue punya penafsiran atasnya.

Penafsiran bebas gue atas quotes itu adalah seseorang yang punya tujuan jelas dalam hidupnya akan dapat mengatasi segala rintangan yang ditemuinya dalam mencapai tujuannya itu. Atau bisa dikatakan, kalo lo tau alasan lo melakukan sesuatu, kenapa lo memilih hal tersebut, lo akan bisa bertahan dan mengatasi segala cobaan yang menghadang.

I really wish I could. Know the reason why I am here now and doing this. So I can stand strong before the storm that hits me hard. I really wish I could…

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

Done labelling someone as best friends


“I’m done labelling people as my bestfriends. It’s a rare thing that doesn’t happened everyday to everyone. You invest many things in that relationship, not only based on proximity. At least, not in my world.”
Beberapa waktu yang lalu gue ngobrolin hal ini dengan salah seorang teman gue tentang topik ini, and somehow temen gue cukup setuju dengan gue. Temen gue menganggap bahwa ‘best friends’ itu ga ada, paling ngga hal itu not exist in her world. Gue mungkin ga akan sepesimis itu dalam menanggapi hal ini. Tapi gue cukup merasa bahwa dalam 23 tahun hidup gue ini, hanya ada 2 orang yang bisa gue sebut sahabat sampe saat ini. Dan mereka adalah sahabat gue ketika gue SMP.

Semasa SMA, gue ga punya orang yang bisa gue anggap sahabat. Gue berteman ya berteman aja. Bisa dibilang peerless. Gue deket dengan siapapun yang saat itu duduk sebangku ama gue, sekelas ama gue, satu ekskul ama gue, atau siapapunlah temen-temen gue ketika SMA. Tapi sahabat? Gue ga berani memberi label itu pada satu pun orang di masa itu. But I’m ok with that kind of life. Ga ada setitik pun rasa lonely atau sedih atas pilihan peerless itu. Saat SMA, gue rasa itu pilihan yang cukup cocok.

Ketika kuliah beda lagi. Kehidupan perkuliahan di kampus tercinta ini terutama di fakultas yang katanya memanusiakan manusia ini, nuansa peer itu sangat kental. Mungkin didukung juga karena mayoritas penduduknya adalah cewek yang notabene senang berinteraksi secara sosial dan dalam jumlah yang cukup masif. Selain itu gue rasa karena banyaknya tugas kelompok, seara tidak sadar elo akan mengelompokkan diri dan mencari orang-orang yang nyaman buat elo saat nugas ataupun bergaul. Ga dapat dipungkiri kalo temen kelompok akhirnya kemudian jadi temen main and vice versa.

Makanya ketika kuliah gue punya peer yang cukup besar, 12 orang. Biasanya terbagi 2 dalam kelas-kelas yang dipilih ataupun kelompok-kelompok tugas kuliah. Dan betapa naifnya gue adalah disini gue masih berani melabeli mereka dengan sebutan ‘sahabat’. Memang ga mungkin gue akan deket dengan ke 11 orang ini secara bersamaan. Ada beberapa orang yang gue akui cukup deket sama gue hingga gue berani menceritakan beberapa hal yang ga gue ceritain ke temen gue yang lain. Gue memutuskan berbagi tentang kehidupan gue itu karena gue menganggap mereka adalah sahabat gue.

But then, I just realized that I’m so naïve. Sebuah bayangan di dalam kepala gue mengenai sahabat seakan begitu indah bila dibandingkan dengan kenyataannya. Sahabat dalam otak gue adalah orang yang akan menerima lo apa adanya, apapun keadaan lo dan apapun keputusan lo. Sahabat adalah orang yang menjaga rahasia lo, menjaga kepercayaan lo walaupun saat itu lo ga ada bersama mereka. Sahabat adalah orang yang mengerti siapa diri lo dan menarik hal terbaik dalam diri lo keluar ke permukaan. Sahabat adalah orang yang bisa dengan betah lo ajak ngobrol berjam-jam lamanya tanpa adanya rasa bosan. Sahabat adalah orang yang tidak dengan mudah menjudge tindakan lo tanpa terlebih dulu mengetahui sisi cerita lo. Sahabat adalah orang yang ketika lo down, dia adalah orang yang selalu bersedia menangkap lo. Terlalu indah ya bayangan sahabat dalam benak gue? Terlalu tidak nyata kah? Gue rasa ngga. Paling ga, lo pasti pengen kan punya orang yang sayang sama elo tanpa terikat kondisi kayak gitu?

Yeah, lets just say I just realized it now. Gue jatuh dalam kondisi dimana gue udah ga bisa berlari, dan bagian dalam hati gue yang terdalam tau dengan jelas bahwa gue ga bisa berlari ke arah mereka. Jahat mungkin gue menilai kayak gini. Gue juga mungkin ga berusaha mengkomunikasikan ini pada mereka. Gue seakan tidak mau berusaha mengejar atau menarik mereka agar mengerti. Egois? Mungkin. Tapi kemudian gue belajar banyak dari hal ini, bahwa janganlah terlalu naif melabeli seseorang yang mungkin tidak menganggap lo penting sebagai salah seorang significant others lo. Jangan semudah itu melabeli seseorang sebagai sahabat lo, hanya karena lo menghabiskan banyak waktu dengan mereka dan mengenal mereka sejak lama. Ga semua hubungan yang cocok dan menyenangkan itu harus dilabeli dengan persahabatan. I’m just done being naïve. I’ll be more careful in the future about this labelling things.

Akan ada orang yang tidak memperdulikan label ‘persahabatan’ atau mungkin tidak perlu memberi label tersebut pada orang-orang di sekelilingnya selama hal itu mutual. Tapi buat gue, ini adalah salah satu hal yang cukup penting. Tidak semua orang hidup dengan value yang lo anut. Lo harus bisa menerima keadaan orang lain yang mungkin mengambil posisi berbeda dengan diri lo. Saling menghargailah. Tapi bagi gue, label ini kemudian jd penting dan menjadi sesuatu yang berharga. Sesuatu yang gue pegang dengan kuat ketika gue terjatuh dalam lubang kehidupan.

“Friendship doesn’t need everyday togetherness. It doesn’t need daily conversation. Even time and space doesn’t matter. As long as this feeling lives in heart, real friends will never go apart”
 

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Minggu, 02 Desember 2012 | By: Unknown

Love is not always kind


“love is not always kind”

Gue menemukan kalimat ini dalam salah satu novel (lagi) yang gue baca. I’ve taken aback for a while and I know it’s true. Cinta itu ga selamanya tampil dalam bentuk yang baik dan menyenangkan. Bahwa cinta bisa tampil dalam bentuk yang juga dinilai menakutkan dan menyakitkan bagi orang tersebut.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

Expressing your values


Gue banyak berpikir 1 tahun belakangan ini tentang nilai dan sikap serta posisi dan pendapat orang lain tentang suatu hal. Gue menilai diri gue adalah orang yang cukup keras dan cenderung tidak bisa menerima pendapat orang lain kalo pendapat mereka berbeda dengan gue. Hanya saja gue bukanlah tipe yang mengekspresikannya secara langsung dan gamblang di depan orang itu, melainkan gue tipe yang cenderung diam tapi ga mau mendengarkan. Yah mungkin gue akan mencurahkan perasaan gue seperti lewat blog misalnya atau status di socmed.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Jumat, 30 November 2012 | By: Unknown

Money can buy happiness?

Pertanyaan ini merupakan salah satu hal yang gue rasa banyak yang pro dan kontra tentang jawabannya. Sebagian orang akan bilang ngga, dan sebagian lagi akan bilang iya. Saat obrolan ini muncul di kelas gue waktu itu, beberapa temen gue bilang ngga dan ada yang bilang iya. Masing-masing memperkuat posisi mereka dengan argumen yang mereka punya.

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

be positive!


“sometimes finding the light means you must pass through the deepest darkness”

“just as the most beautiful rainbows are born from rain, the most beautiful lessons are born from pain”


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Senin, 19 November 2012 | By: Unknown

Subjektivitas Cinta dan Dinamikanya


 Love and hatred are not merely subjective feelings, affecting the inward universe of those who experience them, but they are also objective forces, altering the world outside ourselves..
-          Kallistos Ware, The Orthodox Way
-           
Salah satu topik yang paling digemari oleh masyarakat adalah pembahasan mengenai cinta dan dinamikanya. Hal ini tampak dari beragamnya bentuk pembahasan topik ini dalam berbagai media, seperti televisi, radio, internet, jejaring sosial, musik, film, hingga pembahasan-pembahasan personal di kala senggang. Hampir semua hal-hal yang bertemakan cinta menjadi tren yang terus berkembang dari jaman dulu hingga sekarang dan tidak pernah terlihat memudar efeknya. Beberapa bentuk dinamika cinta yang sering dibahas antara lain adalah putus cinta, patah hati, cinta bertepuk sebelah tangan, move-on, selingkuh, hubungan jarak jauh dan lainnya. Bila dilihat dari tren yang terjadi di social media, dinamika cinta berupa move-on merupakan salah satu topik hangat yang terus diperbincangkan.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

which one?

"should I give up or should I just keep chasing pavement, even if it leads nowhere”
Lirik itu (adele-chasing pavement) gue rasa cukup menggambarkan perasaan dan pemikiran yang terjadi pada gue belakangan ini. Apakah gue harus tetep berjuang dan berharap? Atau gue harus menyerah sekarang juga? Adakah yang pernah tau jawabannya dengan pasti? Well, people said ask your heart and you will find the answer. Is it so simple?


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

tonite's dilemma


Cinta itu sulit dimengerti ya. Sampe umur gue yang segini, gue masih belom ngerti apa itu cinta.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Senin, 12 November 2012 | By: Unknown

Rationale Based Choice Theory


Yesterday in my philosophy class, my lecturer Mr. Roby Muhamad, Phd explained to us about this theory. So far, this is one of my best lesson in this philosophy class and I do kind of love this theory. Mas Roby also said that this theory in one of economist and political scientist best efforts to “divorce” with psychology. What a cute expression that thing, hehe.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Kamis, 08 November 2012 | By: Unknown

Happy Birthday, Mom!

6 November 2012. One of my precious day, now and then maybe forever. Yes, yesterday was my dear mom’s birthday. (well, also my cousins ‘dek Tika and my brother-in-law Aa Dhika).

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

Sedikit menarik napas

Huaaaahhh.. akhirnya gue punya sedikit waktu senggang diantara kesibukan kuliah ini. Yah walopun ga lama, tapi gue rasa satu atau dua hari tanpa terbebani pikiran tentang tugas itu udah sesuatu yang istimewa banget. Mulai dari sibuk nugas, sibuk belajar UTS, sibuk siap-siap dan belajar buat presentasi makalah, fyuuuuhh bangetlah pokoknya. Makanya di waktu senggang 2 hari ini gue mau nulis beberapa topik yang sempet kepikiran kemaren-kemaren.

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Selasa, 23 Oktober 2012 | By: Unknown

What am i doing here?

Pertanyaan itu terus terngiang-ngiang di kepala gue belakangan ini. jujur ajah, sebelom UTS ini gue ngerasa lagi down banget dan lagi lumayan tertekan dengan berbagai tugas kuliah ini. gue sangat-sangat merasakan yang namanya perbedaan antara kuliah s1 dan s2. dari temen-temennya beda, tingkat intelektualnya beda, determinationnya beda, atmosfirnya beda, tuntutannya beda, cara belajarnya beda. itu semua membuat disonansi dalam hidup gue, ga cuma kognitif tapi hampir semua aspek.

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Minggu, 14 Oktober 2012 | By: Unknown

From friend to total stranger

I’m firmly say this to a person that had been everything to me, and now become nothing.

We started this relationship as a total stranger, and that when our friends introduce us, we started this as an acquaintance. From the moment I met you, I just knew that there will be something for us. As the time goes by, we start to talk to each other and civilized with each other. I finally knew things about you and you knew things about me. 

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

Rasionalisasi

Kita seringkali merasionalisasi hal-hal yang terjadi dalam hidup kita, tentunya untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Individu memberikan makna pada suatu fenomena yang sudah terjadi dengan merasionalisasikannya dengan maksud dan tujuan tertentu. Tujuan ini sangat bermacam-macam dan bervariasi antar individu dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti lingkungan, kepribadian, values, dan lain sebagainya. Beberapa tujuan rasionalisasi yang paling umum adalah untuk menenangkan hati dan juga untuk membenarkan tindakan diri.

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Jumat, 12 Oktober 2012 | By: Unknown

Esensi cinta dan penghayatannya

Menurut gue esensi dari semua cinta itu adalah sama, namun yang berbeda antar individu adalah pemaknaannya. Baik cinta kepada Allah SWT, orang tua, keluarga, teman, sahabat, ataupun pasangan. Esensi atau definisi luas dari cinta itu sendiri akan sama walaupun cinta memiliki beragam variasi.

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

Apa nulis sesuatu yang terkesan ‘galau’ sudah pasti galau??

Belakangan ini gue agak-agak merasa kesel sama orang-orang yang dengan mudahnya berkomentar : “aduuh, lo galau banget deh sekarang” atau “lo tambah galau aja sih sekarang”. Komentar-komentar itu datang karena dan hanya karena mereka membaca tweet gue atau membaca post di blog gue. What the heck?!? Kalo gue lagi fine fine aja sih bakalan gue senyumin aja tuh atau gue cuekin. Tapi kalo lagi bad mood, menyemburlah api naga dari mulut gue.. *groaarr*

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Senin, 08 Oktober 2012 | By: Unknown

Home To You - MLTR

I stayed up late last night
I thought of the days gone by
The picture of you and me
Is not what it used to be

Something happened along the way
Little changes in our game
Somehow everything's brighter now
My heart knows the reason why

We can't hide from love any longer
It can't be denied with you I'm alive
 
I used to think that love was escapable
Can't see why we should be divided
Isn't life just unbelievable
Now I'm coming home to you

I'm beginning to understand
The way that I feel inside

So how could we let it be
When there's so much more to see

We can't hide from love any longer
I know what I feel I know this is real

Love is not escapable
Love is not escapable

I used to think that love was escapable
Can't see why we should be divided


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

Netralitas itu semu

Ya, saya berpendapat bahwa netralitas itu semu. Netralitas ato ketidakberpihakan pada satu posisi atau sudut pandang tertentu, menurut saya adalah hal yang semu. Ketika kamu sudah menentukan bahwa kamu adalah pihak yang netral ato tidak berpihak pada posisi manapun, sesungguhnya hal itu sudah menentukan posisi kamu atau keberpihakanmu pada satu titik.

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO