Sabtu, 10 Desember 2011 | By: winda maharani

apakah aku harus tersenyum?

larut malam ini, hatiku perih
tersayat-sayat pedih tanpa sedikitpun kusadari
bohong.. aku menyadarinya
satiap kata yang terucap dari mulutmu malam ini, hanya akan membuatku tertawa

ha.. ha.. ha..
permintaanmu perlahan-lahan membunuh eksistensiku
haruskah aku tetap tersenyum dan bercanda ketika hatiku menjerit merana?
haruskah aku tetap tertawa ketika jiwaku terpasung oleh hal yang kau sebut cinta?

jauh dalam sudut hatiku, aku berperang..
memenangkan egoku atau mencoba bertahan
tapi kini di persimpangan, pikiranku menjadi bimbang
apakah hal ini tetap patut diperjuangkan?

entahlah.. aku bukanlah Tuhan
aku tak tahu bagaimana masa depan
yang aku tahu sekarang, aku harus berubah
pada sesuatu yang bukan diriku

kau berkeras aku harus berubah,
maka baiklah..
hanya saja perlu kau tahu
jiwaku terperangkap dan perih tersayat sembilu

aku bukanlah aku
tawaku adalah semu
ragaku hanyalah batu
aku tertawa namun di dalam bisu, aku menangis perlahan tanpa ada seorangpun yang tahu


late at nite,
hating all of this
10 des 2011



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

0 comments: