Kamis, 27 September 2012 | By: winda maharani

Basic personal values, core political values dan political choice


Judulnya udah sombong banget ya, seakan-akan gue ngerti gitu tentang politik (hehehe). Ngga kok, sebenernya gue lagi liat-liat tugas S1 gue dan menemukan tugas mengenai analisis jurnal political psychology dan tetibaan aja pengen sharing sedikit tentang jurnal ini.
Schwartz, S.H., Caprara, G.V., & Vecchione, Michele. (2010). Basic personal values, core political values, and voting: A longitudinal analysis. Political Psychology, 31 no. 3
Sederhananya, jurnal ini membahas mengenai bagaimana basic personal values (BPV) seseorang dapat mempengaruhi political choicenya dia yang dimediasi melalui core political values (CPV) individu tersebut. 

Penelitian-penelitan awal yang dilakukan oleh ilmuwan politik dalam isu ini lebih menekankan pada nilai politik inti (CPV) dalam memprediksi sikap politik dalam masyarakat. Sedangkan psikolog sosial lebih menekankan pada nilai dasar pribadi (BPV) seseorang, dalam memprediksi sikap politik mereka. Asumsi ini lahir dari penelitian yang mengatakan bahwa nilai dasar pribadi merupakan standar individu dalam menilai semua tingkah laku, event, dan orang lain. Sehingga seluruh ekspresi dalam segala domain hidup juga diasumsikan berdasar pada nilai tersebut. Menurut peneliti, nilai dasar pribadi yang dimiliki seseorang merupakan sesuatu yang lebih abstrak dan fundamental dibandingkan dengan nilai politik inti. Sehingga dimungkinkan bahwa nilai politik yang dimiliki seseorang merupakan perpanjangan dari nilai dasar pribadinya, yang pada akhirnya akan mempengaruhi sikap politik individu tersebut. 

Riset-riset sebelumnya telah menunjukkan bahwa nilai dasar pribadi dapat memprediksi pilihan politik individu dalam berbagai konteks kultur dan sistem politik. Barnea (2003) menemukan bahwa nilai pribadi membedakan pendukung berbagai partai politik dari berbagai negara. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa nilai spesifik yang membedakan pendukung berbagai partai politik, bergantung pada isu yang menjadi perdebatan di dalam negara asal dari partai tersebut. Riset lain dalam pemilihan di Italia menunjukkan bahwa orang dengan paham politik sayap kiri menunjukkan prioritas pilihan pada calon dengan values yang sesuai dengan nilai dasar pada sayap kiri. Begitu pula sebaliknya dengan paham politik sayap kanan. Nilai-nilai terlihat mempengaruhi pemilihan individu atas calon dalam pemilu.

Lalu bagaimana bagaimana core political values bisa memediasi pengaruh basic personal values dan political choice? Hubungan antara nilai dasar pribadi dengan pilihan politik belum begitu jelas. Namun berdasarkan penelitian yang ada, dikatakan bahwa nilai dasar pribadi merupakan kepercayaan dasar yang abstrak mengenai tujuan yang ingin dicapai dalam berbagai situasi. Nilai ini menjadi dasar atas norma dan sikap yang ditunjukkan individu dalam situasi kongkret. Penelitian lain juga menunjukkan hasil yang sama, bahwa norma, sikap dan nilai politik inti dibatasi oleh nilai dasar pribadi yang lebih abstrak, fundamental dan stabil. Oleh karena itu, peneliti menyimpulkan bahwa norma, sikap dan nilai politik inti dapat memediasi hubungan antara nilai dasar pribadi dan pilihan politik individu.

Ternyata hasil penelitian ini menunjukan bahwa BPV memang mendasari CPV pada individu. Selain itu peneliti juga menemukan hubungan yang unik antara BPV dan ideologi sayap kanan-kiri untuk memprediksi CPV pada responden. Dibandingkan dengan ideologi, BPV lebih dapat memprediksi variasi dari CPV pada responden. Hasil yang sama terulang kembali, walaupun ideologi telah dijelaskan lebih jauh dengan gender, usia ataupun tingkat pendidikan.

Kemudian peneliti menganalisis BPV dan CPV secara terpisah dalam memprediksi tingkah laku pemilih. Sesuai dengan model asosiasi BPV-voting, terbukti bahwa responden yang mementingkan universalism, benevolence dan self-direction, akan memilih partai kiri-tengah. Sedangkan responden yang mementingkan keamanan, tradisi, konformitas, power dan achievement, akan memilih partai kanan-tengah. Sedangkan pada model asosiasi CPV-voting, terbukti bahwa responden yang memilih partai kiri-tengah, memiliki CPV equality, civil liberties, dan penerimaan imigran. Sedangkan responden yang memilih parta kanan-tengah, memiliki CPV law and order, tradisi moral, free enterprise, intervensi militer, dan blind patriotism. Secara keseluruhan, CPV lebih kuat memprediksi tingkah laku memilih dibandingkan dengan BPV. Selain itu adalah pula hubungan tidak langsung antara BPV-CPV-voting yang hasilnya signifikan dalam 5 basic values, yaitu universalism, power, security, conformity dan tradition.

Kalo kita tarik dalam konteks Indonesia, kira-kira hasil penelitian ini bisa menjadi prediksi atau peta gambaran political choice masyarakat ga ya? Mungkin akan ada beberapa hal yang berbeda dan harus disesuaikan. Misalnya saja, politik di Indonesia tidak secara jelas atau clear cut mendikotomikan pilihan politik antara demokrat dan liberal seperti di kebanyakan negara barat. Banyaknya partai politik juga gue rasa mempengaruhi pilihan masyarakat, terutama pada partai-partai politik baru yang values dan visi misi nya ke depan belom secara luas tersampaikan pada masyarakat.

Selain itu usia mungkin akan cukup berpengaruh menurut gue dalam political choice masyarakat. Generasi tua yang hidup di jaman orde baru mungkin kebanyakan akan menganut nilai-nilai kepatuhan, tradisi moral, intervensi militer sebagai hasil dari pembelajaran hidup di jaman Orde Baru. Namun pemilih dengan usia lebih muda yang mengenal politik dari jaman reformasi dan demokrasi, mungkin akan lebih menjunjung tinggi nilai-nilai kebebasan berpendapat dalam pemilihannya. That’s why mungkin partai-partai berbasis agama akan banyak dipilih oleh mereka-mereka yang menjadikan agama sebagai landasan dasar hidupnya.

Mungkin inti yang pengen gue sampaikan adalah adanya sumbangan Basic Personal Values seseorang yang signifikan  terhadap Core Political Values-nya saat dia melakukan pilihan-pilihan politik. Jadi, manfaatkanlah pengetahuan ini dalam melakukan atau mencari sisi politik mana tempat anda akan mengambil posisi. Semoga bermanfaat!


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

0 comments: